Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sapi Dipotong Paksa Bertambah, Disperta Kabupaten Mojokerto Imbau Masyarakat Tak Panik

Sapi yang ada di Kelompok Ternak Lembu Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. [Foto : dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mengimbau agar masyarakat tidak panik dan terpancing menyusul bertambahnya jumlah sapi yang dijual dan dipotong paksa oleh pemiliknya. Karena wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada sapi memiliki serotif mortalitas yang rendah.

Angka kesembuhan sapi terjangkit PMK di Kabupaten Mojokerto terus merangkak naik. Data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, per 13 Mei 2022 jumlah sapi yang sembuh dari PMK bertambah 36 ekor. Sehingga totalnya menjadi 88 sapi. Sementara jumlah populasi sapi di Kabupaten Mojokerto sebanyak 19.542.

Dari total jumlah populasi tersebut, sedikitnya 1.076 ekor sapi yang dinyatakan terinfeksi wabah PMK. Meski sapi yang mati bertambah dua ekor, sehingga menjadi 14 ekor, jumlah sapi yang dijual oleh pemiliknya menjadi tujuh ekor dan yang potong paksa juga menjadi tujuh ekor.

Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah menjelaskan, sebanyak 36 ekor sapi sembuh tersebut berasal dari sembilan kecamatan. Yakni, Kecamatan Kutorejo ada sebanyak dua ekor sapi, Dawarblandong dari 12 ekor menjadi 18 ekor sapi, lalu Kecamatan Pacet ada 13 ekor sapi yang sembuh, serta Kecamatan Jetis ada satu ekor.

“Kecamatan Mojoanyar sebelumnya ada lima ekor sapi yang sembuh, bertambah menjadi 17 ekor. Kecamatan Dlanggu ada 14 ekor sapi sembuh, Kecamatan Trawas lima sapi ekor sembuh, Kecamatan Trowulan 11 ekor sapi dan Kecamatan Puri ada 7 ekor sapi sembuh,” ungkapnya, Sabtu (14/5/2022).

Namun, Nurul menambahkan, sapi yang mati karena PMK per 13 Mei 2022 bertambah dua ekor, sehingga menjadi 14 ekor. Jumlah sapi yang dijual oleh pemiliknya menjadi tujuh ekor dan yang potong paksa menjadi tujuh ekor. Nurul mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing hoaks yang beredar.

Sapi yang ada di Kelompok Ternak Lembu Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

“Tidak usah panik, PMK ini bisa sembuh, banyak sapi yang sembuh total. Jangan terpancing hoax karena ada hewan ternak yang dijual dan dipotong paksa oleh pemiliknya. Tim Disperta akan terus turun lapangan untuk melakukan penanganan sapi yang sakit, dan melakukan pencegahan bagi sapi yang masih sehat,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, PMK memiliki serotif mortalitas yang rendah sehingga kematian masih tergolong minim, dibandingkan jumlah populasi sapi yang terinfeksi. “Artinya apa? Ketika dia (sapi) sudah mau makan, artinya sudah membaik,” ujarnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto saat ini fokus terhadap penyembuhan sapi yang terinfeksi PMK. Pemkab Mojokerto akan lakukan tindakan cepat terhadap sapi-sapi yang tertular sehingga diharapkan bisa mempercepat proses penyembuhan. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar