Peristiwa

Santunan bagi Pejuang Demokrasi yang Sakit atau Meninggal Belum Cair

Ponorogo (beritajatim.com) – Pejuang demokrasi atau anggota KPPS yang pada pelaksanaan pileg dan pilpres 2019 lalu yang mengalami sakit atau meninggal akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ketua KPU Ponorogo Munajat menyebut santunan bagi satu anggota KPPS dari Ponorogo yang meninggal sudah diberikan.

“Dari KPU Provinsi Jawa Timur sudah cair Rp.15 juta untuk santunan untuk keluarga anggota KPPS kami yang meninggal,” kata Munajat (31/7/2019).

Sementara itu untuk santunan dari KPU RI, Munajat mengaku saat ini masih pada tahap verifikasi ulang. Kapan dan cairnya berapa, Dia belum tahu pastinya.Jadi saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari KPU pusat. “Dokumen dan syarat yang diinginkan KPU pusat sudah kami penuhi dan sudah disetorkan ke Jakarta,” katanya.

KPU Ponorogo selain menyetorkan dokumen anggota KPPS yang meninggal, Munajat menyebut juga menyetorkan 16 orang yang mengalami sakit pasca pileg dan pilpres 2019 lalu. Jadi pihaknya juga mengirim rekam medis dari anggota KPPS yang sakit.

Mengapa begitu, Munajat menjelaskan bahwa pihak KPU pusat punya kreteria sendiri tentang sakit apa saja yang bisa dikasih tunjuangan. Apakah sakitnya sebelum tugas, pasca tugas atau yang bersangkutan memiliki rekam jejak sakit sebelumnya. “Masih verifikasi ulang, jadi kami belum tahu kapan dan cairnya santunan itu berapa,” katanya.

Munajat berharap kedepan ada evaluasi tentang perekrutan petugas pejuang demokrasi ini. Dia ingin ada regulasi terbaru tentang perekrutan. Selain itu juga evaluasi tentang pelaksanaan pemilu. Sehingga petugas kedepan tidak begitu menguras energi yang luarbiasa, seperti pelaksanaan pileg dan pilpres yang lalu. “Menurut informasi evaluasi dan regulasi ini masih pada pembahasan antara KPU pusat dengan DPR RI,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar