Peristiwa

Santri Ponpes Ittihadul Ummah Doa Bersama untuk KRI Nanggala 402

Salah satu santri memcakan pernyataan duka atas tenggelamnya KRI Nanggala 402. [foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Rasa empati dan keprihatinan mengalir atas kejadian tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali. Salah satunya dari santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo. Mereka mendoakan agar 53 awak kapal yang berada di dalamnya segera ditemukan dalam keadaan apapun.

“Kegiatan refleksi dan doa bersama untuk KRI Nanggala 402 bentuk solidaritas kami atas musibah yang terjadi pada kru TNI AL yang berada di dalamnya,” kata Juru bicara Ponpes Ittihadul Ummah, Murdianto, Minggu (25/4/2021).

Kegiatan doa dan tahlil dilakukan di aula Sunan Kalijaga, diikuti oleh sekitar 300 santriwan maupun santriwati. Sebelum doa, para santri ditunjukkan vidio 3D tentang kapal selam yang tenggelam. Usai doa dan tahlil, perwakilan santri melakukan pembacaan puisi dan pernyataan duka untuk KRI Nanggala 402.

“Kami ucapkan duka yang mendalam untuk seluruh awak yang ikut hilang, dan memberikan dukungan moral untuk seluruk keluarganya, semoga diberi kesabaran dan kekuatan menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para santri juga berkomitmen untuk terus belajar dan bercita-cita memberikan pengorbanan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sebagaimana diteladankan para awak kapal KRI Nanggala 402.

Dengan ketedanan juga para ulama, mereka berkomitmen untuk berikhtiar belajar dengan penuh dedikasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kejayaan bangsa. Agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

“Agar para santri juga bisa mengambil hikmahnya dari musibah ini. Meneladani awak kapal yang rela berkorban demi kedaulatan bangsa,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar