Peristiwa

Sampel Ledakan Petasan Maut, Dikirim ke Labfor Polda Jatim

Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan penyidikan terhadap kasus petasan yang meledak di Dukuh Sidowayah Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Ponorogo. Akibat ledakan itu satu orang tewas dan 8 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Handi Septiadi mengungkapkan pihaknya rencananya akan melakukan olah TKP kembali. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan polsek Jambon, maupun kepala desa untuk meminta orang-orang yang harus dimintai keterangan.

“Masih banyak yang akan kami mintai keterangan, supaya kronologis awalnya bisa diperjelas, ” kata Handi, Jumat (15/5/2020).

Termasuk dari beberapa saksi yang masih menjadi korban, untuk saat ini belum bisa dimintai keterangan. Petugas, kata Handi juga sudah membawa beberapa sampel di TKP yang diduga merupakan bagian dari ledakan. Kemudian sampel-sampel tersebut, akan dikirim ke laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim, untuk diteliti lebih mendalam. Mulai dari terjadinya ledakan hingga mengandung bahan apa saja dalam petasan tersebut.

“Korban yang meninggal ini juga akan kami lakukan otopsi, untuk mengetahui penyebab sehingga berakibat kematian korban,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, petasan maut yang menewaskan TM (16) dan melukai 8 korban lainnya, memang tak biasa. Lazimnya petasan, terbuat dari kertas yang dilipat-lipat sampai berbentuk tabung. Nah petasan ini terbuat dari kaleng bekas cat semprot yang diisi bahan peledak.

“Jadi petasan yang meledak ini terbuat dari bahan kaleng bekas cat semprot,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto.

Menurut pantauan beritajatim.com di lokasi kejadian, selain menimbulkan korban jiwa dan lainnya luka-luka. Petasan itu juga membuat genteng teras rumah salah satu korban hancur. Lantai teras juga berlubang dengan kedalaman 10 cm, dengan diameter lubang mencapai 30 cm. Terlihat darah dari para korban yang mengering di lantai.

“Untuk penyebab ledakan, detailnya masih dalam penyelidikan. Hasil dari Labfor nanti yang bisa menentukan penyebab utama ledakan,” katanya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar