Peristiwa

Sampel Ikan Tongkol yang Racuni Ratusan Warga Jember Diteliti di Surabaya

Kepala Loka Pemeriksaan Obat dan Makanan Any Koosbudiwati

Jember (beritajatim.com) – Sampel ikan tongkol yang dikonsumsi ratusan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga keracunan, akan dibawa ke Surabaya untuk diteliti lebih lanjut.

Sampel ini akan dibawa ke Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan. “Kami tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan,” kata Kepala Loka Pemeriksaan Obat dan Makanan Any Koosbudiwati, Kamis (2/1/2020).

Penelitian laboratorium butuh waktu paling lama 14 hari. “Nanti kalau selesai akan kami kabari,” kata Any.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini menambahkan, selain sampel ikan tongkol, sampel makanan yang telah dikonsumsi korban juga bakal diteliti lebih lanjut. “Selain ikan tongkol, kami amankan nasi dan sambal untuk pemeriksaan. Sambalnya ada dua macam yakni sambal terasi dengan tomat dan sambal kecap,” katanya.

Sebanyak 250 warga Jember mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan tongkol bakar di malam tahun baru. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Jember Murtadlo mengatakan, histamin dalam ikan tongkol itu meningkat karena pembeli membiarkannya berada di udara terbuka di atas suhu enam derajat celcius setelah dibeli. Padahal kesegaran ikan ini hanya bertahan paling lama empat jam. Sementara pedagang sendiri menjual ikan dalam kondisi segar. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar