Peristiwa

Sampel Gas PT Enero Mojokerto Diteliti, Polisi: Ada Kelalaian K3

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto. [Foto: Misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang menewaskan tiga korban di PT Energi Agro Nusantara (PT ENERO) melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur.

Tim telah mengambil sampel gas di dalam kolam pengendapan tempat ketiga pekerja pabrik bioetanol itu tewas.

Tim mengambil sampel gas di tiga titik di dalam tabung gas preselting yakni kolam pengendapan menggunakan alat khusus pada, Senin (13/4/2020) kemarin. Diantaranya cairan yang terdapat di endapan lumpur yang ada di kolam dengan tinggi sekitar tiga meter dimana korban terjatuh dan meregang nyawa. Endapan lumpur dengan kedalaman selutut orang dewasa ini merupakan sisa etanol.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel gas oleh Tim Labfor akan dicocokkan dengan DLH Jatim. Tujuannya untuk memeriksa kandungan gas di kolam yang dihirup para korban. Pasalnya, proses otopsi yang melibatkan tim dokter forensik dianggap belum cukup untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, sampai saat ini proses penyelidikan masih terus lakukan. “Laka kerja kemarin, dari Tim Labfor, DLH Provinsi dan DLH Kota Mojokerto sudah laksanakan olah TKP untuk mengambil sample yang sudah ada di lokasi tempat kejadian dan hasil masih belum karena dalam proses penyelidikkan,” ungkapnya, Rabu (15/4/2020).

Meski sudah berbagai upaya sudah dilakukan penyidik sejauh ini kepolisian belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab tiga korban tewas pada, Sabtu (11/4/2020) pekan lalu.

Pihaknya masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab tewasnya ketiga korban termasuk, ada atau tidaknya kelalaian dalam keamanan kerja.

“Itu nanti akan ada prosedur-prosedur pemeriksaan lebih lanjut. Apakah ada kelalaian, atau tidak itu kesimpulannya nanti akan kita ketahui di akhir pemeriksaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi, menambahkan, tim penyidik masih menunggu hasil laboratorium sejumlah sampel yang sebelumnya diambil di lokasi Tim Labfor Polda Jatim.

“Sampel-sampel itu untuk mengetahui kandungan gas yang ada di kolam. Terkait kandungan gas apa kami belum tahu, masih nunggu hasilnya,” tambahnya.

Masih kata Kasat, termasuk barang yang ada di dalamnya. Jenis apa sih barang itu, akan disesuaikan dengan hasil otopsi terhadap ketiga jasad korban. Terkait jenis gas apa yang diambil untuk dilakukan uji sample, pihaknya tidak bisa memastikan kandungan gas apa yang diambil untuk dijadikan sample penyelidikkan lebih lanjut.

“Nah, kandungan gasnya apa, itu kami belum tahu. Termasuk barang yang di dalamnya. Karena masih menunggu hasilnya, sebab harus disesuaikan dengan hasil otopsi yang telah dilakukan kedokteran forensik. Jadi, kami belum bisa simpulkan. Namun untuk langkah sudah kita lakukan,” jelasnya.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan hasil uji sample Labfor tersebut kapan bisa diketahui secara pasti. Menurutnya, penyelidikan terkait kecelakaan kerja tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan kehati-hatian. Selain melakukan olah TKP dan pengambilan uji sample di lokasi kejadian, pihaknya juga sudah memanggil sejumlah saksi.

“Saat ini saksi sudah ada beberapa yang kita panggil, ada tiga sampai empat orang. Termasuk saksi perusahaan, ada dari karyawan juga yang mengetahui pada saat kejadian, Termasuk yang dua orang selamat dalam peristiwa tersebut. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Perlu kecermatan sehingga kami tidak menduga-duga,” tegasnya.

Sejumlah saksi tersebut diantaranya, dari pihak managemen perusahaan, karyawan. Tak terkecuali dua korban selamat yakni Mochamad Jainun (55) warga Dusun Ngudi RT 021 RW 04, Desa Gempolkrep dan Koirul Hidayat warga Dusun Gobah, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

“Harusnya kan memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Tapi kami lihat itu (pasca kejadian kecelakaan kerja, red), kok telanjang dada, tak ada pelindung yang safety,” pungkasnya.

Ketiga korban tewas dalam kecelakaan kerja pada, Sabtu (11/4/2020Plant)  pekan lalu yakni dua orang korban di Divisi Biogas Plant, Beni Trio Sucahyo, warga Jalan Margitosan warga Desa Gembongan dan Adhi Bayu Nugraha warga Desa Gempolkrep serta satu orang korban di Bagian Helper, Rudik warga Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar