Peristiwa

Sampang Jadi Daerah Termiskin di Jatim, Formasa Tagih Janji Bupati

Demo Formasa di depan kantor Bupati Sampang.

Sampang (beritajatim.com) – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam wadah Forum Mahasiswa Sampang (Formasa), menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati H.Slamat Junaidi, Jumat (30/7/2021).

Pantauan di lokasi, aksi mahasiswa kali ini yaitu menagih janji politik Bupati H. Slamet Junaidi, karena setengah perjalanan masa kepemimpinanya, diangap gagal membawa Sampang lebih baik.

Arifin MA, Ketua Formasa mengatakan, indikator kegagalan kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi diantaranya ada 3 poin, diantaranya pertama tentang pendidikan IPM Kabupaten Sampang terendah se Jawa timur (62.70%). Kedua, berdasarkan data BPS presentase kemiskinan di Kabupaten Sampang mencapai 22,78 persen, sehingga tercatat sebagai daerah termiskin di Jawa Timur. Ketiga, Bupati Sampang tidak memberikan hak politik warga dengan menerbitkan Perbub nomer 27 tahun 2021.

“Kedatangan kami ingin menuntut Bupati Sampang memperhatikan ekonomi masyarakat jangan hanya mementingkan kelompoknya saja,” ujarnya, Jumat (30/07/2021).

Tak hanya itu, Mahasiswa juga menuntut Bupati Sampang untuk segera mencabut SK Bupati nomor 188.45/272/kep/434. OB/2021 tentang keputusan Bupati terhadap pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan tahun 2025, karena dinilai bertentangan dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 2, dan PP No. 47 tahun 2015 pasal 57 ayat 2.

“Kami membakar SK yang diterbitkan oleh Bupati Sampang, karena dinilai cacat hukum dan SK tersebut diduga tidak pernah dikoordinasikan dengan anggota dewan sebelumnya,” tambahnya.

Setelah beberapa menit berorasi di depan kantor Bupati Sampang, massa akhirnya membubarkandiri sembari mengimbau agar Bupati mengundurkandiri jika tuntutan Formasa tersebut tidak ditindaklanjuti.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar