Peristiwa

Sampah Plastik Banyak Ditemukan di Kalimas Surabaya

Peneliti kandungan mikro plastik meneliti kandungan air di Kalimas, Surabaya, Kamis (9/7/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat microplastik. Kandungan mikroplastik di Petekan pada penelitian menunjukkan jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan air di sungai Mlirip, Karang Pilang, Joyoboyo dan Kayun.

Para peneliti ini juga menyebutkan jumlah mikroplastik sekitar 2,92 partikel dalam 1 liter air Kalimas. Sedangkan di Joyoboyo 2,5 Partikel per liter. Sementara di Mlirip hanya 1,4 partikel per liter.

Chlara peneliti Mikroplastik Ecoton menyebutkan bahwa dalam rapid test mikroplastik hari ini ditemukan 10 partikel dalam 100 liter berupa jenis fiber dan jenis filament atau lembaran.

“Banyak jenis fiber menunjukkan bahwa tidak ada kontrol limbah domestik. Terutama kontrol terhadap air bekas cucian atau laundry. Karena tekstil yang menjadi bahan pakaian kita jika dicuci maka serat textile plastiknya akan terlarut dalam air, pemakaian mesin cuci dan detergen yang kuat mempercepat proses rontoknya serat textile,” ungkap Chlara.

Tak berbeda jauh untuk kandungan air di Sungai Kalimas juga banjir sampah plastik. Penelitian yang mengambil contoh dijembatan petekan, mereka mencegat sampah plastik dari tengah kota Surabaya menuju selat Madura. Tak peelu waktu laman selama 15 menit mereka menangkap 37 sampah dan lebih dari 50% berupa sampah botol plastik air dalam kemasan.

“Salah satunya botol air mineral, ada juga bungkus mie instan dan tas kresek warna-warni” ujar Tonis Afrianto Koordinator Zerowaste Cities Ecoton.

lebih lanjut Tonis Afrianto menjelaskan luberan sampah plastik di Kalimas bagian dari 80% sampah plastik. Bahkan lebih buruknya lagi sampah plastik ini oleh sinar uv matahari akan membuat sampah menjadi serpihan plastik kecil yang disebut Mikroplastik.

“Mikroplastik adalah serpihan plastik lebih kecil dari 5 mm. Mikroplastik ini diketahui menjadi media bakteri patogen, pengikat polutan diperairan,” tandasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar