Peristiwa

Sampah Menumpuk, Warga di Mojokerto Bersihkan DAM Sungai Sadar

Warga bersama instansi terkait membersihkan sampah yang menutup DAM Sungai Sadar.

Mojokerto (beritajatim.com) – Secara swadaya, masyarakat di Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di DAM Sungai Sadar. Bersih-bersih dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mojokerto, TNI/Polri serta relawan.

Sampah menggunung mulai dari ranting pepohonan, hingga akar besar dan berbagai bentuk sampah menutup pintu DAM. Seperti yang terpantau di dua DAM di Desa Ngarjo dan Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Untuk memudahkan mengangkat tumpukan sampah, pemerintah desa setempat mengerahkan alat berat.

Kepala Desa (Kades) Sadar Tengah, Sholihin Arif mengatakan, pembersihan tumpukan sampah yang menutup DAM dilakukan bersama warga dan instansi terkait untuk menanggulangi banjir di Desa Wunut. “Bukan hanya Desa Wunut, akibat sampah yang menyumbat DAM ini berimbas pada tiga desa. Wunut, Sadar Tengah dan Ngarjo,” ungkapnya, Senin (2/11/2020).

Masih kata Sholihin, pihak desa telah mengajukan beberapa kali proposal pembenahan DAM di Desa Sadar Tengah. Pengajuan tersebut dilakukan lantaran DAM sudah tak lagi berfungsi sejak bertahun tahun sehingga pengoperasian sistem buka tutup DAM dilakukan secara manula oleh warga setempat.


“Kita sudah ajukan beberapa kali, ada kurang lebih 4 kali kepada pihak terkait. Namun mereka mulai dari BBWS Brantas, Dinas PUPR, maupun Dinas Pengairan tapi saling lempar. Mereka saling mengklaim tidak memiliki wewenang. Kami berharap pemerintah pusat ataupun pihak terkait segera memperbaiki,” katanya.

Menurutnya, jika tidak segera perbaikan dikhawatirkan banjir anak mengancam tiga desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sementara sampah yang menyumbat DAM merupakan kiriman dari hulu yakni wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, salah warga, Tani mengaku, air mulai masuk ke pemukiman sejak dua hari yang lalu. “Ini sudah mulai surut, tadi pagi ada beberapa rumah yang terendam air. Banjir terjadi karena sungai tak bisa menampung air lagi, beberapa DAM tertutup sampah. Ini sudah bertahun-tahun terjadi, tapi belum ada solusi juga dari pemerintah,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar