Peristiwa

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Kabupaten Mojokerto

Warga bersama instansi terkait membersihkan sampah yang menutup DAM Sungai Sadar.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pintu air DAM di Sungai Sadar tersumbat tumpukan sampah menjadi penyebab banjir di sejumlah desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Pemerintah Kecamatan menyebut DAM yang berada di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tersebut salah kontruksi.

Tak hanya itu, Pemerintah Kecamatan juga menyebut ada lebih dari lima pintu air di Kecamatan Mojoanyar tertutup oleh sampah. Namun yang cukup parah adanya sumbatan sampah berada di Desa Ngarjo. Tumpukan sampah didominasi sampah kayu yakni berupa ranting pohon yang terseret air sungai sampai ke pintu air.

Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi DAM yang tidak berfungsi secara maksimal. Sehingga tumpukan sampah mulai dari ranting pepohonan, akar pohon besar dan berbagai bentuk sampah masyarakat menutup DAM. Saat musim hujan tiba seperti saat ini, bisa dipastikan Sungai Sadar tak bisa menahan debit air sehingga meluber.

Camat Mojoanyar, Amsar Ashari mengatakan, permasalahan sampah yang menyumbat DAM di Kecamatan Mojoanyar terjadi hampir tiap tahun. “Dan sampah-sampah ini merupakan kiriman dari daerah lain. Tahun ini sampah yang menyumbat laju air tergolong parah sehingga harus mendatangkan alat berat untuk membantu mengurai sampah,” ungkapnya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, masyarakat sekitar sudah sering melakukan kerja bakti untuk mengangkat sampah yang menyumbat DAM. Namun karena ini kondisinya sampah terlalu banyak sehingga pihak desa mendatangkan alat berat. Ia berjanji jika DAM sudah bersih dari sampah akan dipantau pihak kecamatan. Karena banjir yang terjadi akibat sampah yang menyumbat pintu air.

“Permasalahan banjir di Kecamatan Mojoanyar ini ada dua. Pertama sampah kiriman. Kedua, pintu air yang tidak bekerja secara maksimal. Ini bangunan baru, tahun kemarin yang bangun Dinas PU Kabupaten Mojokerto tapi salah kontruksi karena tidak bisa dibuka maksimal. Hanya 1,5 meter tidak bisa dinaikkan lagi sehingga tidak mampu untuk mengendalikan debit air saat hujan turun deras dan lama,” katanya.

Sehingga jika Sungai Sadar tak bisa menampung debit air maka dipastikan air akan meluber ke pemukiman warga yang ada di sekitarnya. Rencananya, pihak Kecamatan Mojoanyar akan mengajukan kembali pembangunan ataupun perombakan DAM yang ada di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

“Kita sudah mengajukan ke dinas pengairan. Terkait kondisi pintu air ini agar di rubah lebih tinggi lagi. Pintu air di Desa Gebang Malang, Kepuhanyar, Jumeneng dan Jabon juga bengi kondisinya. Sampah selalu menyumbat di pintu air sehingga harus mendatangkan alat berat, nantinya pembersihan sampah di DAM lainnya dilakukan secara bertahap. Semoga setelah dibersihkan kondisinya semakin membaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menambahkan, selain menerjunkan satu unit alat berat, juga mobil derek dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mojokerto. “Yang menjadi sasaran yakni DAM di Desa Ngarjo,” tambahnya.

Masih kata Zaini, di DAM berisi tumpukan sampah dan batang bambu menyumbat pintu air sehingga air meluber ke pemukiman warga. Seperti di Desa Ngarjo dan Wunut. Dibutuhkan alat berat untuk mengangkat sampah kiriman tersebut. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar