Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sampah TPA Pakusari Pernah Terbakar Tahun 2019, Kali Ini Api Lebih Bandel

Kebakaran sampah di TPA Pakusari Jember tak hanya terjadi sekali pada Agustus 2022. Tiga tahun lalu kebakaran juga terjadi di sini.

Jember (beritajatim.com) – Tumpukan sampah di tempat pembuang akhir (TPA) Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, rawan terbakar pada saat kemarau. Dalam tiga tahun terakhir, sudah dua kali terjadi kebakaran di sana.

Kebakaran pernah terjadi pada masa kemarau 2019. “Ditangani dua hari selesai,” kata Dwi Atmoko, salah satu komandan regu pemadam kebakaran Jember, Kamis (25/8/2022) pagi.

Tahun ini situasi berbeda. Api terlihat pada Jumat (19/8/2022) malam. “Api ini agak bandel,” kata Dwi. Lima truk pemadam kebakaran dan 70 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Api baru benar-benar padam pada Rabu (24/8/2022) malam. Hari ini petugas melakukan pendinginan dan terus memantau situasi.

“Yang namanya api dalam sekam ya ini terjadi. Pemadaman memang tidak serta-merta, (api) bisa habis. Tapi yang jelas jalur (api) dengan pemukiman penduduk sudah kita potong, kita buatkan parit. Aman di situ. Tapi untuk (pemadaman) itu air harus tembus sampai ke bawah. Itu tidak sederhana,” kata Bupati Hendy Siswanto.

“Kita tidak punya teknologi membuat suntikan untuk menyalurkan air langsung ke masuk dalam. Kita yang punya siram atas, air mengalir ke bawah. Sementara api di bawah belum tentu basah. Kalau ada angin, keluar lagi asapnya. Ini yang disebut api dalam sekam,” kata Hendy.

Menurut Hendy, asap yang ditimbulkan dari kebakaran itu saat ini tidak terlalu besar. Masyarakat yang alami sesak napas dipersilakan berobat di puskesmas. “Asapnya juga tidak terus-menerus ke arah satu orang, karena di situ ruang terbuka, embusan angin besar,” katanya.

Bagaimana strategi penanganan sampah ke depan? “Ya kita kurangi, mengarah ke zero waste. Di Dinas Lingkungan Hidup kita ada anggaran untuk menghilangkan sampah seperti di TPA Pakusari. Kalau sampah baru kita arahkan ke sustainability, dari sampah bisa di-recycle menjadi produk lain,” kata Hendy. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev