Peristiwa

Salat Tarawih dan Salat Ied Diminta Tetap Patuhi Prokes

Salat Tarawih di Masjid Tuban/foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya tak henti menggaungkan protokol kesehatan (Prokes) 5M di Surabaya. Bahkan, seluruh Polsek jajaran harus kreatif dalam membuat trobosan supaya prokes tetap ditegakkan dan tak menjadi kendor saat salat tarawih atau salat Ied nantinya.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelaskan, terobosan perlu digaungkan guna menghindari kekendoran prokes. Terobosan seperti pemberdayaan Karang Taruna lingkup RW bisa diberdayakan, ibu-ibu PKK, Pramuka dan atau para organisasi masyarakat.

“Mereka diberdayakan menjadi pioner prokes. Tidak perlu muluk-muluk menjadi duta prokes yang menggaungkan atau mengingatkan prokes ke umat muslim yang hendak beribadah jamaah,” jelasnya kepada beritajatim.com, Rabu (28/4/2021).

Bukan menjadi duta, lanjut AKBP Hartoyo, mereka diberdayakan dengan panitia tempat ibadah untuk berdiri di jalan menuju tempat ibadah. Membawa 50 sampai 100 masker sesuai kapasitas tempat ibadah, merupakan langkah yang cukup efektif dan efisien dalam menegakkan proke.

“Jika ada yang tak membawa masker maka akan dikasih masker. Jika yang memakai masker asal-asalan, maka diingatkan agar tertib memakai masker,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hartoyo menjelaskan, langkah ini akan dilakukan petugas polsek di wilayah hukum Polrestabes. Bahkan, jika perlu nantinya Polrestabes akan mencari data tempat ibadah masjid dan ruang terbuka sebagai pengganti masjid saat saalat ied nantinya.

Dengan begitu, prokes sesuai aturan Perpres 56 tahun 2020, Penegakan Perwali 1 Tahun 2021 gantinya perwali 67 Tahun 2020. “Itu sudah kerjaan kita dinamika di lapangan. Termasuk sesuai Inmendagri tentang PPKM mikro juga kita tegaskan tetap ditegapkan sampai pandemi berlalu,” tandasnya. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar