Peristiwa

Sakit, Pria Paruh Baya di Mojokerto Ditemukan Meninggal di Bangunan Kosong

Relawan Birunya Cinta dan PMI saat mengevakuasi jenazah korban. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal di sebuah bangunan kosong di Lingkungan Sekar Putih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan, korban yang diketahui bernama Abdul Khak (60) meninggal karena sakit.

Salah satu relawan Birunya Cinta, Niki Mas Aden mengatakan, korban ditemukan pada, Rabu (1/1/2020) sekira pukul 10.57 WIB. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal di sebuah bangunan tak jauh dari Pos 903 Sekar Putih. Di dekat korban ditemukan botol air mineral diduga minuman keras,” ungkapnya.

Masih kata Aden, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan masih memakai pakaian lengkap. Yakni celana warna abu-abu lengkap dengan sabuk warna hitam dan kaos berkerah warna putih motif garis-garis biru. Tidak ada identitas korban di sekitar lokasi.

“Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di lantai beralaskan perlak lantai warna merah kotak-kotak. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Magersari, Kompol Muhammad Sultan mengatakan, jika korban meninggal karena sakit. “Korban memang tinggal sebatang kara tapi masih saudara. Itu bangunan milik temannya, korban tidak punya rumah. Keterangan keluarga dan teman-temannya, korban seminggu ini sakit,” ujarnya.

Masih kata Kapolsek, korban memiliki riwayat sakit diabetes yang sudah lama tapi sudah sembuh. Namun satu minggu ini, lanjut Kapolsek, korban mengeluh sakit panas. Korban tidak memiliki tempat tinggal dan menempati bangunan milik temannya tersebut.

“Korban dua kali menikah namun cerai, korban tidak punya anak tapi masih ada saudara. Korban menolak tinggal bersama keluarganya dan memilih tinggal di bangunan itu sendiri. Untuk botol minuman di dekat korban, itu bukan minuman keras tapi memang tempat minum korban,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, guna penyelidikan lebih lanjut jenazah korban dibawa ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau meninggalnya normal.

“Hasil pemeriksaan meninggalnya normal karena sakit, jadi setelah dilakukan pemeriksaan jenazah langsung dibawa keluarganya ke Lingkungan Sekar Putih untuk dilakukan pemakaman. Botol air minuman mineral itu memang tempat minum korban bukan isi minuman keras,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar