Peristiwa

Sakit Hati Dituduh Curi Sepeda Motor, Celurit dan Parang Yang ‘Bicara’

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi

Sumenep (beritajatim.com) – Gara-gara sakit hati, Achmad Faisol (22), warga Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, nekat menganiaya Abdus Salam, warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang.

“Penganiayaan itu tidak dilakukan sendirian. Tersangka Faisol mengajak Ali Salim, tetangga korban, untuk ikut mengeroyok korban,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Selasa (14/01/2020).

Penganiayaan itu disulut oleh tuduhan korban kepada pelaku. Beberapa waktu lalu, korban mendatangi tersangka dan menanyakan sepeda motornya yang hilang. Korban menuduh tersangka sebagai pelaku pencurian sepeda motornya. “Tuduhan itu membuat tersangka malu dan sakit hati. Akhirnya dia mengajak Ali Salim untuk mengeroyok korban,” ujar Deddy.

Tersangka melakukan aksi penganiayaan itu menggunakan celurit dan parang. Korban dianiaya di rumahnya sendiri. “Korban mengalami luka di tangan kanan terkena sabetan celurit saat berusaha menangkis serangan pelaku,” ungkapnya.

Melihat kejadian itu, warga langsung datang dan mengamankan tersangka, kemudian menyerahkan ke aparat kepolisian.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit terbuat dari besi dengan panjang 45 cm tanpa sarung pembungkus. Selain itu, polisi juga menyita sebilah parang terbuat dr besi dengan ukuran panjang 50 cm lengkap dengan sarung pembungkus. “Tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, serta pasal 351 dan 335 KUH Pidana tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” terang Deddy. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar