Peristiwa

Sakit Asma Menahun, Kakek 81 Tahun di Kauman Ponorogo Bunuh Diri

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian orang bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri terjadi di Desa Gabel Kecamatan Kauman Ponorogo. Glendoh (81) warga setempat diketahui gantung diri dengan menggunakan tali tampar di poskamling depan rumahnya. Korban ditemukan gantung diri pada Minggu diri hari sekitar pukul 00.30 WIB, oleh menantunya sendiri.

“Memang benar minggu dini hari tadi ada warga Desa Gabel yang gantung diri di Poskamling,” kata Kapolsek Somoroto AKPB Nyoto, Minggu (18/7/2021).

Kronologisnya berawal dari anak korban yang bernama Eni Sri Wahyuni (43) yang ingin ke kamar mandi, mendapati bapaknya tidak berada di rumah. Kemudian Ia memberitahu suaminya yang bernama Rusmin (48). Diberitahu oleh istrinya, Rusmin lalu mencari keberadaan bapak mertuanya tersebut. Pencarian dilakukan mulai di sekitar rumah. Hingga Rusmin mengetahuinya dalam posisi gantung diri di Poskamling depan rumahnya.

“Melihat bapaknya gantung diri, Rusmin memberitahukan ke warga sekitar dan melapor ke Polsek Somoroto,” katanya.

Dari hasil olah TKP petugas kepolisian, berdasarkan keterangan saksi-saksi di TKP dan hasil pemeriksaan medis, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban murni meninggal dunia akibat gantung diri. Informasi yang didapat dari pihak keluarga, korban sebelum meninggal dunia, mengalami penyakit asma yang tidak kunjung sembuh.

Korban diketahui sudah berumur 81 tahun, dengan tinggi badan 153 cm dan berat badan 50 kg. Saat kejadian memakai baju warna hitam dan memakai celana panjang warna hitam. Terdapat luka jeratan dibagian leher korban.

“Keluarga korban menerima kejadian ini dengan ikhlas, dan tidak menuntut kepada pihak manapun atas kejadian tersebut,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar