Peristiwa

Sadar Membahayakan, Warga di Ponorogo Serahkan Balon Udara dan Mercon ke Polisi

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian petasan maut yang menewaskan seorang pemuda dan melukai 8 orang lainnya yang ada di Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Ponorogo beberapa waktu yang lalu, mungkin menjadi bukti nyata bahayanya membunyikan petasan serta menerbangkan balon udara. Mungkin karena itu, beberapa warga dari Desa Sedarat Kecamatan Balong menyerahkan balon udara dan petasan yang rencananya akan diterbangkan saat lebaran Idul Fitri, kepada Polsek Balong.

“Secara sukarela, warga dari Desa Sedarat Kecamatan Balong menyerahkan balon udara dan petasan kepada Polsek Balong,” kata Kasubag humas Polres Ponorogo Iptu Edi Sucipta, Sabtu (23/5/2020).

Penyerahan secara sukarela atau atas kesadaran diri itu dilakukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Adapun barang yang diserahkan adalah satu buah balon udara plastik siap terbang, dengan panjang 10 meter dan berdiameter 1,5 meter. Selain balon, juga ada 87 buah mercon dengan diameter 1,5 centimeter dan 20 buah mercon dengan diameter 3 centimeter.

“Saat ini balon udara dan mercon dari hasil penyerahan masyarakat Desa Sedarat itu diamankan di Polsek Balong,” katanya.

Edi menyebut upaya Poksek Balong dalam melaksanakan himbauan larangan membuat dan menerbangkan balon udara di desa direspon positif oleh warga atau pemuda di desa. Mereka sadar akan bahaya balon udara dan mercon. Disisi lain, mungkin masyarakat mengetahui berita bahwa membuat balon dan menerbangkannya membahayakan lalulintas penerbangan dan bisa menimbulkan kebakaran.

“Semoga inisiatif warga Desa Sedarat untuk menyerahkan balon udara dan petasan itu diikuti warga di desa lainnya,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar