Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sabar! Keriuhan Tahun Baru di Kawasan Bengawan Njero Lamongan Terenggut Banjir

Suasana banjir yang melanda Desa Weduni akibat luapan Sungai Bengawan Njero, di hari pertama tahun baru 2022.

Lamongan (beritajatim.com) – Meski banyak orang merayakan tahun baru kali ini dengan sukacita, namun tidak bagi penduduk Desa di Kabupaten Lamongan ini. Pasalnya, mereka hanya bisa berdiam diri di rumah akibat banjir masih merendam kawasan setempat.

Pemandangan tersebut salah salah satunya seperti yang tampak di Desa Weduni Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Sehingga banjir akibat luapan Bengawan Njero di desa setempat ini seolah merenggut keriuhan tahun baru kali ini.

Sifaulifah, salah satu warga desa setempat yang terdampak banjir mengaku, hari pertamanya di tahun 2022 ini hanya ia habiskan untuk tertegun di rumah sambil ditemani banjir yang tak hanya menggenangi jalan dan tambak warga, namun juga permukiman penduduk. “Semalam tidak kemana-mana, hari ini pun juga tidak kemana-mana, karena banjir,” kata Sifaulifah, kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).

Sebelum banjir datang, Sifaulifah berkata, ia sering ke pasar untuk berjualan ikan. Kini, ia hanya menghabiskan diri di rumah saja. Ia beralasan, sepeda motor maupun mobil akan sulit melintasi jalan yang kondisinya rusak parah dan tergenang banjir.

“Saya dan keluarga pada tahun baru kali ini ya tidak kemana-mana, karena tidak bisa keluar, ya mau bagaimana lagi mas, harus sabar,” ujarnya lagi.

Menurut Sifa, banjir sudah hampir sepekan lebih melanda desanya, sehingga untuk menghibur diri saat momen libur tahun baru seperti sekarang, ia bersama warga lainnya hanya bisa saling bercanda dan bercengkrama dari halaman rumah mereka yang juga tergenang air. “Mudah-mudahan segera surut, karena selain rumah dan jalan, ikan-ikan di tambak juga banyak yang hilang kena banjir,” harap Sifa.

Sementara itu, Yasin selaku Kepala Desa Weduni menuturkan, tercatat ada lebih dari 200 KK warganya yang terimbas banjir luapan sungai Bengawan Njero di tahun ini.

Yasin menyebut, banjir yang menggenangi desanya ini merupakan banjir yang tak pernah absen kala musim hujan melanda. “Ada 288 KK yang rumahnya terendam banjir. Jalan lingkungan maupun jalan poros juga terendam,” terangnya.

Terakhir, seperti warga lain yang tinggal di sekitar kawasan Bengawan Njero, Yasin dan warga Desa Weduni berharap, akan ada solusi terbaik bagi mereka agar tidak melulu jadi daerah langganan banjir tiap tahunnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar