Peristiwa

Saat Wabah Corona, Ratusan Pesilat Pagar Nusa Demo di Mapolrestabes Surabaya

Kumpulan warga yang mengatasnamakan Pencaksilat Pagar Nusa datangi mapolrestabes Surabaya, Selasa (7/4/2020). (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan pesilat Pagar Nusa Kota Surabaya ‘membanjiri’ Mapolrestabes Surabaya, Selasa (7/4/2020). Tak hanya dari Kota Surabaya, sejumlah massa juga mengaku berasal dari luar daerah termasuk Jawa Tengah.

Aksi ini terjadi dari dini hari hingga siang ini. Mereka menyerukan adanya dugaan ketidakadilan pengungkapan kasus dugaan pengeroyokan yang korbannya adalah anggota Pagar Nusa.

Kelompok pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini menyebutkan adanya pesilat bernama Wahyu Eko Prasetyo. Wahyu meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Jumat (3/4). Wahyu menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan selama 13 hari atau hampir dua pekan.

“Aku adoh-adoh soko Jawa Tengah. Minta keadilan,” teriak salah satu warga yang ikut bergabung dalam aksi demo.

Tak hanya itu, mereka juga meneriakkan agar keadilan ditegakkan. Supaya tak ada keadilan yang berat sebelah.

Meski sudah ditemui salah satu petugas kepolisian yang membawa pengeras suara, massa masih enggan membubarkan diri. Mobil water cannon juga disiagakan di pintu gerbang untuk mengantisipasi massa.

“Kami harap dulur-dulur untuk membubarkan diri. Kepolisian sudah melakukan penyelidikan lebih dalam. Jadi tolong membubarkan diri,” ujar petugas kepolisian.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, belum menjawab telepon beritajatim.com. Pesan singkat whatapp dan dua kali panggilan ke nomor pribadi tak diberi tanggapan.

Menurut informasi yang beritajatim.com peroleh, sebelum aksi ini dilakukan, ada pertemuan antara kepolisian dan perwakilan Pagar Nusa Kota Surabaya di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (3/4/2020). Pertemuan itu untuk meminta polisi menerapkan sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Para pesilat merasa belum mendapatkan keadilan terkait kasus pengeroyokan 4 pesilat Pagar Nusa yang berujung tewasnya seorang pesilat. Aksi ini merupakan empati pesilat Pagar Nusa terpanggil saat mengetahui rekannya meninggal dunia karena diduga dikroyok sejumlah orang. Wahyu adalah korban pengeroyokan massa di kawasan Menanggal pada Selasa (21/3) dini hari.

Karena Wahyu sebagai pesilat yang berada dibawah naungan NU, Pagar Nusa selalu menjunjung tinggi etika dan supremasi hukum. Karena itu, pihaknya tidak melakukan balas dendam apalagi main hakim sendiri.

Pagar Nusa menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak Kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Surabaya. Namun, diduga karena kecewa karena sejak laporan polisi dibuat tanggal 21 Maret 2020 hingga korban akhirnya meninggal dunia dalam perawatan pada 4 April 2020, belum ada perkembangan dari kasus ini. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar