Peristiwa

Rumah Warga di Bantaran Sungai Kemuning Ambruk

Rumah Asmad yang ambruk akibat tanah longsor di sekitar sungai Kemuning

Sampang (beritajatim.com) – Rumah milik Asmad, warga Dusun Kaso’an, Desa Paseyan Kecamatan/Kabupaten Sampang, mendadak ambruk, Rabu (22/4/2020). Penyebabnya, diduga akibat tanah longsor.

Asmad meyakini bahwa kejadian tersebut sebenarnya ada sebabnya, yakni struktur tanah di rumahnya rusak. Itu merupakan dampak dari proyek normalisasi sungai Kemuning beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian tersebut, Asmad mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah dan harus memperbaiki secepatnya. Karena rumah itu menjadi tempat berlindung keluarga kecilnya. “Saya berharap ada perhatian dari pemerintah. Terlebih ada ganti rugi dari pihak terkait lainnya yang sudah melakukan pekerjaan normalisasi sungai Kemuning,” terangnya.

Di tempat terpisah, Rakib Kepala Bidang (Kabid) Irigasi dan Air Baku, Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sampang saat dihubunggi mengaku belum mendapatkan laporan terkait ambruknya rumah warga di sekitar Kali Kemuning.

Menurut Rokib, normalisasi Sungai Kemuning itu kegiatan BPWS Tahun 2019, bukan termasuk kegiatan yang dia tangani. Tetapi, untuk 2020 ini dirinya mengaku sebagai KPA proyek normalisasi sungai Kemuning.

“Masa pemeliharaan kegiatan itu selama 6 bulan. Terkait informasi ambruknya rumah warga di sekitar kegiatan, kami belum mendapatkan laporan resmi. Apakah benar ambruknya rumah warga tersebut akibat amblesnya bangunan bronjong atau tidak, kami belum tahu,” tandasnya. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar