Peristiwa

Rumah Pujiono di Lereng Wilis 3 Kali Dihajar Longsor

Kediri (beritajatim.com) – Rumah Pujiono di Dusun Beru, Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tidak hanya sekali terdampak bencana tanah longsor. Rumah semi permanen dari bahan kayu tersebut ternyata telah dihajar longsor sebanyak tiga kali.

“Tanah longsor di rumah pak Pujiono ini sudah tiga kalinya. Kali ini paling parah,” kata Han Aswara, Perangkat Desa Blimbing saat meninjau lokasi, Sabtu (2/1/2021).

Musibah nahas ketiga kalinya ini terjadi, pada Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 18.00 WIB. Tebing setinggi 15 meter dan lebar 8 meter di belakang rumahnya runtuh menimpa bangunan.

Beruntung bencana tersebut tidak memakan korban niwa. Pujiono bersama istri dan anaknya yang masih bayi berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh dari belakang rumah.

Diakui Han Aswara, bencana tanah longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (1/1/2021) pukul 10.00 WIB hingga malam hari. Menurut catatannya, tidak hanya tebing di belakang rumah Pujiono, longsor juga terjadi di depan rumah orang tua Pujiono di sebelah timurnya.

Tebing setinggi 8 meter dengan di depan rumah orang tua Pujiono runtuh. Peristiwa tersebut bersamaan dengan runtuhnya tebih dibelakang rumah Pujiono. Tebing yang runtuh itu menggerus halaman samping rumah.

“Tindaklanjutnya, untuk rumah pak Pujiono dibongkar terlebih dahulu. Kemudian dibersihkan material tanah longsor. Setelah itu nantinya dibangun kembali. Sementara tebing di depan rumah orang tua Pak Pujiono, sementara diberi pengamanan dengan bambu dan tanah urug,” jelasnya.

Dari catatan pihak Desa Blimbing, sedikitnya ada lima rumah di sekitar lokasi yang rawan longsor. Rumah tersebut berada di lereng yang berpotensi runtuh. Mengingat, saat ini curah hujan masih sangat tinggi.

Untuk itu, pihak Desa Blimbing mengimbau warganya untuk waspada. “Imbauan sering kali kami sampaikan. Sekiranya mereka yang tinggal di rumah rawan longsor, apabila lebih 3 jam hujan turun, harus mencari rumah yang aman. Mengungsi ke sanak saudara atau tetangga,” imbaunya.

Sementara itu, hingga menunggu proses pendirian rumahnya, kini Pujiono dan keluarga terpaksa mengungsi. Mereka tinggal di kediaman orang tuanya yang tak jauh dari rumahnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar