Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tunggak Pajak

Rumah Makan Sagu di Mojokerto Disegel Satpol PP

Petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto menutup rumah makan Sagu di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto menyegel sebuah rumah makan di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/10/2021). Penyegelan dilakukan lantaran pemilik rumah makan menunggak pajak daerah sebesar Rp148 juta.

Tiba di lokasi, petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto yang datang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto langsung melakukan penyegelan di area rumah makan. Petugas memasang garis penyegelan di bagian dapur, tempat lesehan dan kasir rumah makan tersebut.

Petugas juga memasang banner ukuran besar di pagar besi rumah makan Sagu dengan tulisan besar “Lokasi Obyek Pajak Ini Ditutup”. Satu banner ukuran besar lainnya di pasang di atas kasir. Banner besar tersebut tertulis “Perhatian, Lokasi Ini Menunggak Pajak Daerah”.

Petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto menutup rumah makan Sagu di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Petugas meminta agar pemilik warung, Samsul Huda warga Kabupaten Jombang tersebut untuk menghentikan operasional. Penyegelan dilakukan petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) lantaran Badan Pemeriksa Keuangan menemukan ada tunggakan pajak sebesar Rp148 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Samsul Bahri mengatakan, penyegelan dilakukan lantaran ditemukan tunggakan pajak sebesar Rp148 juta. “Tunggakan ini temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan mulai tahun 2017 hingga awal September 2021,” ungkapnya.

Satpol PP Kabupaten Mojokerto akan melepas segel dan mengizinkan warung makan Sagu kembali beroperasi jika pemilik rumah makan melunasi tunggakan pajak tersebut. Namun, jika pemilik tidak segera melunasi maka Satpol PP dan Bapeda Kabupaten Mojokerto akan melimpahkan penagihan pajak ke penegak hukum.

Sementara itu, perwakilan pemilik warung, Edy Waluyo mengatakan, sejak adanya Covid-19 pengunjung rumah makan Sagu menurun, namun tagihan pajak tetap tinggi.

“Sejak pemasangan Chicken Box dari Bapenda, tunggakan pajak kita membengkak. Naik dratis, 1.000 persen, Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan. Dari akumulasi itu sampai terkumpul Rp50 juta lebih, itu tahun 2017 sampai 2020. 2021 tidak terpasang tapi kita tetap bayar pajak juga,” ujarnya.

Pihak rumah makan meminta keringanan dari Bapenda Kabupaten Mojokerto agar tunggakan pajak sebesar Rp148 juta tersebut segera terlunasi dan aktivitas rumah makan segera bisa beroperasi kembali. Menurutnya, pihaknya tidak menarik pajak dari pembeli karena rumah makan tersebut untuk kalangan menengah ke bawah. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar