Peristiwa

Rumah Kena Abrasi, Warga di Tuban Tak Bisa Tidur Nyenyak

Tuban (beritajatim.com) – Sedikitnya ada lima bangunan milik warga Dusun Mamer, Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban yang mengalami kerusakan lantaran terkena hembasan gelombang besar dan tanahnya terus terkikis lantaran terjadi Abrasi di laut utara Tuban itu.

Salah satu rumah warga mengalami kerusakan parah hingga mengalami jebol pada tembok bagian belakang rumah yang persis di pinggir pantai itu. Tak hanya itu, jika musim gelombang tinggi sejumlah warga yang tinggal di kawasan Dusun Mamer tersebut mengaku juga tidak bisa tidur dengan tenang.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, rusaknya rumah warga akibat diterjang gelombang tinggi itu sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Hal tersebut terjadi lantaran antara rumah warga dengan laut tersebut sudah tidak ada batas lagi karena kawasan pantai di desa itu sudah mengalami abrasi.

“Beberapa hari terakhir ini memang gelombang tinggi sekali. Rumah yang rusak parah ada dua dan yang lainnya rusak ringan,” terang Arifin (43), salah satu warga Dusun Mamer, Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Tuban, Rabu (8/7/2020).

Warga menambahkan bahwa keberadaan abrasi di pantai utara tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan sampai saat ini semakin parah. Pasalnya antara pantai dan pemukiman warga yang ada di pantai itu tidak ada pembatas atau penahan gelombang.

“Abrasinya semakin lama semakin ke selatan. Yang tinggal di sini ada sekitar 30 Kepala Keluarga (KK). Kalau terus abrasi ya semua terancam,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah supaya tidak semakin parah warga yang rumahnya sudah menjadi langganan terkena gelombang tinggi itu memasang bendungan sendiri. Mereka menbuat bendungan dengan menggunakan sak yang diisi dengan pasir.

“Ini yang sementara kita lakukan membuat bendungan sendiri. Kalau malam terus ombaknya besar kita sulit untuk tidur,” ungkap Sanur (58), warga lain yang tinggal di pinggir Pantai Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Tuban itu.

Dengan kondisi abrasi yang semakin parah tersebut, sejumlah warga berharap pihak pemerintah untuk memperhatikan nasip puluhan KK dari warga yang tinggal di kawasan tersebut. Warga berharap adanya pembuatan tanggul atau penahan gelombang di pinggir laut itu. [mut/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar