Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Rumah Kebanjiran, Bupati Jember: Terparah dalam 10 Tahun Terakhir

Bupati Jember Hendy Siswanto saat memantau banjir

Jember (beritajatim.com) – Luapan air Sungai Jompo setinggi satu meter membanjiri rumah Hendy Siswanto, Bupati Jember, Jawa Timur, Senin (17/1/2022). Dia menyebut ini banjir terparah dalam waktu sepuluh tahun terakhir.

“Banjir hari ini adalah yang tertinggi selama 10 tahun terakhir. Tahun lalu banjir, tapi kecil. Masuk ke rumah saya, tapi masih di bawah. Kalau kali ini masuk ke dalam kamar. Tempat tidur kami di lantai satu tidak bisa diangkat lagi. Tenggelam. Tapi tetangga saya lebih parah lagi. Tenggelam. Ini yang membuat saya sedih. Ketinggian air 1.75 – 2 meter, hampir ke plafon,” kata Hendy.

Rumah Hendy terletak di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penghuni 20 rumah tetangga Hendy harus mengungsi, termasuk penghuni empat rumah yang berimpitan dengan tepi sungai. “Penghuni empat rumah di sebelah Sungai Jompo persis harus menguingsi ke atas,” kata Hendy.

Banjir parah karena di hulu sungai yakni di lereng Gunung Argopuro terjadi kerusakan yang belum ditangani maksimal. “Tahun ini kami memetakan di situ, melakukan mitigasi dan pemetaan desain untuk melakukan perbaikan di atas. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pusat, karena itu kaki Gunung Argopuro. Biayanya tidak sedikit. Ini berhubungan dengan semua instansi terkait. Kalau ini tidak segera ditangani, setiap tahun akan begini dan semakin besar intensitas airnya,” kata Hendy.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah datang di kawasan Kampung Ledok. “Warga sekitar saling bantu. BPBD di situ. Tunggu air menyusut, baru dilakukan pembersihan,” kata Hendy. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar