Peristiwa

Rumah Janda di Mojokerto Ludes Terbakar

Petugas PMK memadamkan api yang membakar rumah korban. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Karena lupa mematikan kompor usai memasak, sebuah rumah milik janda di Dusun Bendung RT 06 RW 02, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Minggu (12/7/2020) terbakar. Akibatnya rumah yang terbuat dari bambu ludes terbakar.

Sebelum si jago merah meludeskan rumah dengan ukuran 5 meter x 6 meter tersebut, terdengar suara ledakan dari tabung gas elpiji sekira pukul 16.30 WIB. Kepulan asap dan api terlihat dari bagian belakang rumah yang ditinggal pemiliknya berjualan lontong keliling kampung tersebut.

Warga yang melihat ada asap dan api dari belakang rumah istri almarhum Ngateman tersebut berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sementara warga lain melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Jetis.

Tak lama, satu unit mobil PMK dari Pemkot Mojokerto datang ke lokasi untuk memadamkan api. Sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil PMK dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto turut membantu memadamkan api.

Dari keterangan korban, Sayuti (56) mengatakan, jika sekira pukul 12.00 WIB memasak lontong untuk dijual. “Jam 2 siang saya berangkat menjajakan lontong keliling, saya meninggalkan rumah lupa kompor gas elpiji yang dipakai memasak belum saya matikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Jetis, Kompol Suhariyono mengatakan, akibat kebakaran tersebut, isi rumah korban ludes terbakar dan hanya menyisakan puing-puing. “Karena rumah korban terbuat dari bambu dan triplek yang mudah terbakar. Menurut saksi ada kepulan asap dan api dari bagian belakang rumah,” katanya.

Masih kata Kapolsek, pengakuan korban jika korban lupa mematikan kompor saat ditinggal menjajakan dagangannya. Sehingga kompor menyambar gas elpiji dan membakar isi rumah korban. Saat ditinggal menjajakan lontong keliling, lanjut Kapolsek, tidak ada orang di dalam rumah.

“Korban janda tinggal sendiri, suaminya meninggal. Ada anaknya tapi tinggal di kota, jadi rumah tidak ada orang. Korban mengaku lupa mematikan kompor, isi rumah kulkas, TV turut terbakar. Kerugian sekira Rp35 juta, dibantu warga saat ini korban tidur di depan rumah. Ada bangunan sekolah,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar