Peristiwa

Rumah Hancur, Winarsih Korban Gempa Malang Nekat Cari Pinjaman Uang

Malang (beritajatim.com) – Sudah satu pekan gempa mengguncang Kabupaten Malang berkekuatan 6,1 magnitudo pads, yakni hari Sabtu (10/4/2021) lalu. Namun yang terjadi, hingga Jumat (16/4/2021) sore ini, sejumlah rumah warga yang rusak di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, masih belum ada upaya renovasi.

Salah satunya rumah Winarsih (52). Dengan tatapan mata menerawang, Winarsih hanya bisa terdiam lesu di atas reruntuhan bangunan rumah miliknya yang ada di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit. Winarsih tak bisa berbuat banyak. Rumah yang menjadi sandaran hidup dari terik matahari dan hujan, kini nyaris rata dengan tanah.

Pada beritajatim.com, Winarsih mengaku tak tahu harus berbuat apa melihat rumahnya yang hancur. “Gak tahu, Mas, mau dibangun juga gak punya dana. Nunggu saja. Secepatnya saya juga harus nyari pinjaman saja. Tapi belum dapat, masih nyari,” terang Winarsih sambil terduduk lesu.

Winarsih berdalih, sejak gempa Sabtu (10/4/2021) lalu, dirinya memang sudah memperoleh bantuan berupa sembako. “Dapat bantuan sembako. Sama lima sak semen. Saya gak tahu siapa yang ngasih semen itu, pokoknya dari pribadi katanya,” ucap Winarsih.

Winarsih juga bercerita jika saat kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah, beberapa waktu lalu di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Winarsih mengaku menerima pemberian berupa uang tunai.

“Dapat uang dari Bu Khofifah, Rp 200 ribu. Katanya uang itu dibagi rata. Tiap satu KK dapatnya Rp 200 ribu itu,” beber Winarsih.

Kini Winarsih berharap renovasi rumah yang hancur bisa segera diperbaiki. “Terpaksa kami harus cari pinjaman uang secepatnya,” Winarsih mengakhiri. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar