Peristiwa

Rumah Duka Pilot Pesawat MI-17 yang Hilang di Papua Kosong

Kondisi rumah duka pilot pesawat MI-17 yang hilang di Papua

Bojonegoro (beritajatim.com) – Puing-puing pesawat MI-17 milik TNI yang hilang di Pegunungan Bintang, Papua ditemukan. Setelah proses pencarian selama kurang lebih delapan bulan itu, Tim Evakuasi akhirnya juga menemukan 12 jenazah penumpang pesawat.

Puing-puing pesawat itu ditemukan pada 11 Februari 2020. Salah satu jenazah yang ditemukan adalah pilot pesawat yang hilang pada 28 Juni 2019 itu. Yakni, Kapten Aris Afik (30) Warga Perumahan Tikusan, Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Namun, saat jurnalis beritajatim.com mencoba ke rumah duka, kondisinya sepi. Rumah berpagar terali besi warna hitam itu seperti terlihat lama tak berpenghuni. Secarik surat diselipkan di pagar juga tidak terbaca.

Wibowo, salah seorang tetangga Aris Afik mengatakan, sudah sekitar satu minggu penghuni rumah, yakni kedua orang tua Aris, yakni Ismono dan Maika, pergi ke Semarang untuk menjemput jenazah anaknya. “Seminggu yang lalu sudah berangkat ke Semarang, jenazah katanya akan di makamkan di sana (Semarang),” ujar Wibowo, Senin (17/2/2020).

Selain Aris Afik, korban lain jatuhnya pesawat helikopter MI-17 yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro adalah Praka (Anumerta) Asharul Mashudi asal Dukuh Karan Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Di rumah korban Asharul Mashudi kondisinya berbeda. Karangan bunga ucapan duka cita berjejer di pagar. Beberapa keluarga korban tampak duduk di teras rumah. Mereka masih terlihat menyimpan duka. Namun, saat hendak diwawancara mereka tidak bersedia. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar