Peristiwa

Rumah Diterjang Tanah Longsor, Sekeluarga di Lereng Wilis Kediri Mengungsi

Tanah longsor terjadi di lereng Gunung Wilis Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibatnya, satu rumah warga rusak berat., Senin (14/12/2020)

Kediri (beritajatim.com) – Tanah longsor terjadi di lereng Gunung Wilis Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibatnya, satu rumah warga rusak berat.

Rumah tersebut milik Gito warga RT 11 RW 4 Desa Pamongan. Akibat bencana tanah longsor, ruang tamu, kamar dan dapur ambrol.

Menurut Sukati, istri Gito peristiwa tanah longsor terjadi, pada Minggu (13/12/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu hujan deras turun mengguyur kawasan di lereng Gunung Wilis itu.

“Hujan turun mulai pukul 12.00 WIB tanpa berhenti. Saya bersama suami dan anak tengah duduk di kursi. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari samping rumah. Ternyata tebing di tepi jalan longsor menerjang dinding,” ujar Sukati, Senin (14/12/2020) pagi.

Dengan terpincang karena kakinya sakit, Sukati bersama suaminya Gito dan anaknya Adar Ramadani langsung berlari keluar. Mereka berusaha menyelamatkan diri ke arah kandang sapi di samping rumahnya.

Rumah Gito ini berada di tepi jalan raya. Tetapi posisinya berada dibawah jalan. Bagian dinding rumah berbatasan langsung dengan plengsengan jalan setinggi kurang lebih 5 meter.

Tanah longsor terjadi di lereng Gunung Wilis Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibatnya, satu rumah warga rusak berat., Senin (14/12/2020)

Plengsengan jalan tersebut runtuh setelah terjadi hujan deras seharian. Material tanah bercampur batu dan air menerjang dinding samping rumah Gito hingga mengakibatkan ambrol.

Sukati mengaku, paska kejadian tim BPBD Kabupaten Kediri bersama aparat kepolisian dan TNI langsung ke lokasi. Ia dan keluarga memilih mengungsi ke rumah orang tuanya untuk menghindari longsor susulan. Mengingat intensitas hujan yang turun cukup deras.

“Semalam kami mengungsi ke rumah orang tua. Baru pagi hari ini kembali untuk menyelamatkan barang-barang,” imbuhnya.

Barang-barang yang rusak akibat kejadian tersebut berupa piranti dapur seperti piring, gelas dan meja. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, sejak pagi hari  warga sekitar bersama aparat gabungan bekerja bakti membersihkan material tanah longsor dan puing puing reruntuhan. [nm/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar