Peristiwa

Ruang Ibadah Khonghucu Dirantai, Umat Kebaktian di Luar

Tuban (beritajatim.com) – Keberadaan Lithang Konfusiani yang menjadi tempat kebaktian bagi umat Khonghucu yang berada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban sudah beberapa hari terakhir kondisinya tertutup rapat dan pintunya digembok menggunakan rantai, Kamis (17/1/2019).

Dengan ditutupnya Lithang itu membuat sejumlah jemaat umat Khonghucu tidak bisa melakukan sembayang atau kebaktian di dalam ruangan. Mereka terpaksa melakukan kebaktian di depan pintu Lithang yang dalam kondisi dirantai.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, penutupan ruangan tempat ibadah untuk umat Khonghucu di TITD Kwan Sing Bio Tuban itu diketahui oleh umat sejak hari Jumat pekan lalu.  Saat itu puluhan jemaat yang akan melakukan kebaktian kaget lantaran pintu sudah dalam keadaan dirantai.

“Umat tidak ada yang diberitahu kalau tidak ada kebaktian. Tahu-tahu saat sudah sampai mau kebaktian ternyata¬† dalam keadaan seperti itu (pintu dirantai),” terang Liu Pramono, Wakil Ketua TITD Kwan Sing Bio Tuban.

“Karena tidak bisa masuk, kebaktian kemudian dilakukan di luar di depan pintu. Siapa yang memasang rantai itu tidak ada yang tau secara pasti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Liu memaparkan bahwa beberapa waktu lalu sudah pernah ada kejadian kunci pintu Lithang diganti yang diduga dilakukan oleh mantan koordinator tanpa ada pemberitahuan kepada pengurus. Hal itu dinilai sebagai upaya dari mantan koordinator umat Khonghucu yang ingin menguasai.

“Dulu itu kuncinya ada empat, saya bawa satu karena jika ada tamu yang ingin sembahyang saya antarkan. Tapi tiba-tiba kunci saya tidak bisa, karena sudah diganti tanpa memberitahu pengurus,” ungkap Liu Pramono.

Dengan adanya pintu tempat ibadah yang dirantai itu, para umat Khonghucu yang ada di TITD Kwan Sing Bio (KSB) Tuban belum mengambil langkah hukum. Pasalnya, kejadian tersebut diharapkan bisa diselesaikan secara internal dan umat bisa melakukan ibadah seperti biasanya.

“Kita melakukan kebaktian setiap hari Jumat. Kita masih menunggu besuk bagaimana,” pungkasnya. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar