Iklan Banner Sukun
Peristiwa

RPH-R Jetis Ponorogo Siap Digunakan saat Iduladha

Bangunan RPH-R Jetis yang dibangun sejak tahun 2013, baru akan beroperasi di tahun 2022 ini. (Foto/Dok.Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, sudah menyebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemotongan hewan saat perayaan hari raya Iduladha, disarankan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) yang berada di Kecamatan Jetis sudah bisa digunakan saat Iduladha nanti. Dia menuturkan, RPH milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sebentar lagi bakal dibuka. “Siap untuk Idul Adha, sebentar lagi RPH-R Jetis bakal diresmikan,” ungkap Sugiri Sancoko, Selasa (28/6/2022).

Sugiri mengaku belum mengetahui persis kapasitas pemotongan hewan di sana sehari bisa sampai berapa. Namun, dirinya menyebut setidaknya ketika perayaan Idul Kurban RPH tersebut sudah siap untuk memotong atau menyembelih hewan disana.

Menurutnya, kemampuan potong di RPH itu sudah modern, harusnya bisa memotong atau menyembelih hewan bisa banyak. “Tapi kalau semua hewan datang pas hari yang sama saat Iduladha, mengerahkan semua kekuatan yo ndak kuat to rek,” ungkapnya.

Namun, kalau setiap harinya bisa terukur, misalnya memotong 10 ekor, pasti akan mampu. Bakunya harus dimenej atau diatur dengan baik. Dia berharap, setelah resmi dibuka, RPH-R Jetis bisa berjalan. Sugiri berkeinginan bukan sekdar tempat potong hewan saja. Namun, juga bisa memberikan tanggungjawab memberikan pangan yang sehat, halal dan aman.

“Dengan hewan dipotong di RPH, masyarakat akan dibuat nyaman. Sebab, sebelum dipotong, akan dicek kesehatan hewan, dipastikan tidak sedang produktif dan tidak berpenyakit. Dipotong secara sehat, disajikan halal untuk anak cucu yang baik, mereka makan halal,” katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, Bupati Sugiri menceritakan bahwa pembangunan RPH-R Jetis ini awalnya merupakan proyek dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang dibangun pada tahun 2013 lalu. Namun, belakangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo juga ikut mengeluarkan dana untuk pembangunannya. Kini secercah harapan mulai bersinar, setelah menunggu kurang lebih 9 tahun, RPH milik Pemkab itu bakal beroperasi.

Sebelum diresmikan, Pemkab Ponorogo lewat Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) mengurus tentang sertifikasi halal untuk RPH-R Jetis. Sehingga bagi masyarakat yang nantinya menyembelihkan hewannya disitu, sudah tidak bertanya-tanya lagi terkait halal atau tidaknya.

Dengan RPH Jetis bersertifikat halal ini, diharapkan daging yang dihasilkan akan aman, sehat dan utuh. Sehingga selain cara sembelihnya syar’i, kualitas daging juga terjaga, begitupun kualitas higienisnya juga tinggi. Masyarakat terlebih anak-anak yang makanan daging yang halal dan sehat tentu akan lebih sehat, dan pintar.

“Dengan mekanisme penyembelihan yang seperti itu, tentu sudah ada jaminan daging yang ternaknya disembelih di RPH Jetis pasti layak konsumsi,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar