Peristiwa

Pengungkapan Kasus Qnet Madiun

Ribuan Warga Lumajang Dukung Kapolres Usut Bisnis Piramida

Ribuan Masyarakay Lumajang kumpul di ALun-alun dukungan Kapolres AKBP Arsal Usut Bisnis Sistem Piramida asal Madiun.

Lumajang (beritajatim.com) – Ribuan massa Aliansi Masyarakat Tolak Money Game mendatangi Mapolres Lumajang untuk mengusut tuntas kasus penipuan bisnis jaringan Qnet, Rabu (18/9/2019). Pasalnya, bisnis yang dilakukan KR (45) asal Madiun yang ditangkap tim Cobra memakan korban ribuan orang dengan uang tidak kembali.

Koordinator aksi, Syawal Ali mengatakan, puluhan elemen masyarakat Lumajang datag ke Mapolres untuk memberikan dukungan ke Kapolres dalam mengusut tuntas bisnis penipuan jual beli alat kesehatan. Pasalnya, korban asal Lumajang dari pengusaha asal Madiun sangat banyak.

“Korban bukan Lumajang saja, tetapi meluas ke Jawa Timur dan Indonesia,” kata mantan aktifis Mahasiswa itu.

Massa membawa spanduk bertuliskan dukungan ke Kapolres Lumajang. Selain itu mereka menyerukan agar Kapolri memback up Kapolres dengan tim cobranya dalam mengungkap dalang dibalik bisnis sistem piramida. “Kalau leader bisa untung 87 persen, sisanya downlinenya,” jelas Syawal.

Sofie, perempuan dari Sahabat MAS mengaku, banyak sekali ibu-ibu yang anaknya tertipu bisnis asal Madiun. Awalnya memasang pengumuman lowongan pekerjaan dengan gaji 5 juta. “Tetapi menipu dan meminta uang untuk ikut jadi anggota bisnis net net itu,” ungkapnya.

Para perwakilan ormas, okp dan komunitas melakukan orasi di depan Mapolres dengan pengamanan dari polri dan Banser. (har/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar