Peristiwa

Ribuan Pengamal Shalawat Wahidiyah Antar Jenazah Pengasuh Pesantren Kedunglo Kediri ke Peristirahatan Terakhir

Kediri (beritajatim.com) – Tangis keluarga dan santri pecah saat menyambut kedatangan jenazah pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kediri KH. Abdul Latif Majid, RA. Jenazah datang ke rumah duka dengan diantar mobil ambulans RSUD Gambiran Kota Kediri.

Pantauan di lokasi, terlihat ribuan santriwan dan santriwati serta pengamal sholawat wahidiyah berjajar dari pintu gerbang masuk pondok sampai rumah duka. Mereka menyambut kedatangan jenazah almarhum.

Tangis pecah saat jenazah diturunkan dari mobil untuk dibawa masuk ke rumah duka. Para pelayat menangis tersedu-sedu, karena tak kuasa menahan kesedihan.

Mereka mengiringi almarhum yang dimasukkan ke dalam rumah duka, sebelum dimakamkan di Pemakaman Kawasan Pondok yang berbatasan dengan Kelurahan Bandar Lor dan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sebelumnya, KH.Abdul Latif Madjid RA, pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo wafat jam 6.40 WIB. KH. Abdul Latif Madjid lahir, pada 15 Agustus 1952. Kiai Latif, sapaan akrabnya adalah putra Muallif Sholawat Wahidiyah QS wa RA, muallif (penyusun sholawat wahidiyah).

Kiai Abdul Latif merupakanc ucu dari Mbah KH. Mohammad Ma’roef RA, pendiri Pondok Pesantren Kedunglo yang masyhur sebagai profesor doa karena keampuhan doa Beliau. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar