Peristiwa

Fenomena alam

Ribuan Ikan Ranu Klakah Mabuk Terkena ‘Koyok’

Lumajang (beritajatim.com) – Ribuan ikan di Ranu Klakah di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, teler alias mabuk. Akibatnya, banyak warga yang mendapat tangkapan gratis dari penghuni danau bekas letusan Gunung Lemongan, Rabu (17/7/2019).

Bukan hanya ikan penghuni asli Ranu, bahkan ikan kerambah milik warga, juga ikutan mabuk. Hal ini diduga disebabkan ada perbedaan suhu udara antara di permukaan dan dasar danau. “Kejadian ini disebut koyok oleh warga, kalau fenomena alam ada naiknya endapan dasar ranu,” kata Sunarwi, pemilik kerambah di Ranu Klakah.

Masih kata dia, ikan tombro, nila dan mujaernya terdampak dari fenomena alam yang sulit diprediksi. Akibatnya, para pembudidaya ikan kerambah mengalami kerugian jutaan rupiah. “Kalau seperti ini kita yang rugi, terpaksa menjual ikan sebelum masa panen,” paparnya.

Ratusan warga juga banyak memburu ikan penghuni asli Ranu Klakah dengan cara menebar jaring jala, busur dan pakai tangan kosong. Bagi warga yang memiliki nyali, memilih naik perahu bambu sistem sewa. “Kalau pas kejadian bisa dapat banyak, karena ikan naik ke atas seperti mabuk darat,” papar Samudi, salah satu warga Desa Ranu Pakis yang datang untuk mendapatkan ikan koyok.

Akibat fenomena koyok, harga ikan budidaya di Ranu Klakah menjadi murah berkisar antara 10-20 ribu perkilogram. Hal ini tergantung besar kecilnya ukuran ikan. (har/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar