Peristiwa

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah berompi) bersama Kapolres Pamekasan, AKPB Apip Ginanjar dan Ketua DPRD, Ketua MUI dalam kegiatan pemusnahan ribuan BB kasus miras di Lapangan Nagara Bhakti, Selasa (2/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 2.670 botol minuman keras (miras) hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Polres Pamekasan, dimusnkahkan di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1, Selasa (2/2/2021).

Pemusnahan ribuan botol miras dari berbagai jenis dan merk, dipimpin langsung Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Mejelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan dari organisasi masyarakat (ormas) semisal Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU) dan lainnya.

“Pemusnahan BB (Barang Bukti) ribuan botol miras ini merupakan hasil operasi rutin yang kita lakukan selama 2020, yaitu dalam rangka menciptakan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar.

Pihaknya menilai miras sebagai salah satu faktor penyebab adanya tindakan kriminal khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan. “Kami meyakini bahwa miras ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kriminalitas,” ungkapnya.

Bupati Pamekasan memusnahkan botol miras hasil Operasi Pekat Polres Pamekasan, di Lapangan Nagara Bhakti, Selasa (2/2/2021).

“Terlebih selama ini kami juga mendapatkan dukungan dari seluruh pihak maupun elemen masyarakat, khusnsya dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah peredaran miras. Tentunya sebagai bentuk dukungan atas adanya perda (peraturan daerah) tentang miras di Pamekasan,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bupati Pamekasan beserta jajaran Forpimda maupun berbagai ormas dan lembaga terkait dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah hukum instansi yang dipimpinnya.

“Tidak kalah penting kami juga selalu berharap dukungan dari semua pihak untuk melaksanakan tugas kamtibmas di Pamekasan, sebab tanpa adanya dukungan termasuk partisipasi aktif dari masyarakat, kami tidak mungkin dapat melaksanakan tugas dengan baik,” jelasnya.

Sementara Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengapresiasi komitmen semua pihak khususnya korps baju cokelat dalam memberantas peredaran miras di Pamekasan. “Pemusnahan miras ini merupakan kerja luar biasa dari Pak Kapolres beserta jajaran,” ungkapnya.

“Tentunya hal ini juga tidak lepas dari upaya dan komitmen serupa dari seluruh jajaran stakeholders untuk melakukan pemberantasan miras di kabupaten Pamekasan. Termasuk dari seluruh elemen masyarakat di kabupaten Pamekasan,” pungkasnya. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar