Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Residivis Kasus Narkoba Menikah di Penjara Polresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan memberikan ucapak selamat kepada tahanan kasus narkoba, Mohamat Anggit Sadewo (28) yang saat menikah dengan gadis pujaannya, IR (27).

Mojokerto (beritajatim.com) – Moment haru dirasakan Mohamat Anggit Sadewo (28) warga Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Residivis kasus narkoba ini mempersunting gadis pujaannya dari balik jeruji sel tahanan Mapolresta Mojokerto.

Dengan mas kawin sebesar Rp500 ribu, Anggit menikahi IR (27) asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/5/2022). Layaknya pasangan pengantin, Anggit memakai setelah jas warna hitam, sementara calon istrinya memakai kebaya warna putih.

Keluarga mempelai pengantin perempuan datang dengan membawa seserahan dan cincin kawin dalam prosesi akad nikah tersebut. Mereka juga membawa penghulu ke Polres Mojokerto Kota. Pengantin wanita (IR) terlihat tegar meskipun prosesi akad nikah berlangsung di tahanan.

Di hadapan penghulu kedua mempelai melangsungkan prosesi sakral ijab kabul di ruangan aula Mapolresta Mojokerto. Selain disaksikan keluarga mempelai, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan juga menjadi saksi dalam pernikahan keduanya. “Terima kasih kepada Polres Mojokerto Kota, terima kasih kepada semoga langgeng mohon doanya,” ungkapnya.

Kedua mempelai memamerkan buku nikah

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pernikahan tahanan tersebut sebagai bentuk perlindungan masyarakat meskipun yang bersangkutan terjerat kasus hukum. Kebijakan Kapolri bahwa Polri dituntut presisi dan proporsional dalam memberikan hak-hak tahanan sebagai warga Negara Indonesia.

“Kebutuhan dasar sebagai manusia salah satunya adalah bebas melangsungkan pernikahan dan kita fasilitasi itu serta di agama apapun pasti sepakat tidak akan mempersulit orang yang mau menikah. Mereka sudah merencanakan menikah sebelum tertangkap,” katanya.

Anggit mendekam di jeruji tahanan sel Mapolresta Mojokerto sejak 1,5 bulan yang lalu. Dari hasil analisa dan fakta di lapangan yang bersangkutan, lanjut Kapolresta, kategori adalah pemakai. Proses hukum terhadap tahanan tetap berjalan dan dalam tahap satu evaluasi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar