Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Relawan UGM Yogyakarta, Unair Surabaya, dan UB Malang Bantu Vaksinasi PMK di Ponorogo

Petugas melakukan penyuntikan vaksin PMK di Kecamatan Balong. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pencegahan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan oleh Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Setelah datang pada hari Jumat (24/6) lalu, keesokan harinya vaksin PMK langsung disuntikkan kepada sapi yang dalam kondisi sehat.

Data Dipertahankan Kabupaten Ponorogo selama 5 hari pelaksanaan vaksinasi itu, tercatat sudah ada 2.400 dosis yang telah disuntikkan.

“Vaksin yang disuntikkan selama 5 hari ini, sudah 30 persen dari 8.000 dosis yang kita terima pada hari Jumat lalu,” kata Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun, Rabu (29/6/2022).

Sasaran sapi yang dilakukan vaksinasi, menurut Masun merata, yakni di Badegan, Siman, Balong Pulung, Ngrayun dan di Pudak. Petugas melakukan vaksinasi merata untuk sapi perah maupun sapi potong yang sehat. Dia menarget 8.000 vaksin yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bakal selesai disuntikkan pada tanggal 7 Juli 2022 nanti.

“Bergerak bareng semua, tanggal 7 Juli insyaallah rampung untuk penyuntikan 8.000 vaksin,” ungkap Masun.

Dalam penyuntikan vaksin PMK ini, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo dapat bantuan relawan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Total ada 26 relawan dari UGM Yogyakarta dengan kedatangan dibagi menjadi 2 gelombang. Sesuai prediksi, pelaksanaan penyuntikan vaksinasi di lapangan lebih cepat daripada pendataannya. Setelah ada petugas selesai melakukan penyuntikan vaksin, kemudian ada tim untuk melakukan pendataan dan penandaan.

“Sapi yang sudah disuntik vaksin, akan diberi tanda,” katanya.

Masun menyebut relawan penyuntikan vaksin PMK ini, bukan hanya dari UGM Yogyakarta saja. Namun juga ada relawan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Brawijaya (UB) Malang.

“Relawan dari Unair dan UB ini akan melakukan vaksinasi setelah relawan dari UGM tugasnya sudah selesai. Jadi ketika relawan dari UGM sudah balik ke Yogyakarta, relawan dari dua Perguruan Tinggi di Jawa Timur (Jatim) sudah stanby disini,” katanya.

Dia menambahkan jika vaksinasi kedua, bakal dilakukan setelah rentan jarak sebulan setelah penyuntikan vaksin PMK dosis pertama. Sehingga setelah tanggal 7 Juli nanti rampung, dua atau tiga minggu akan datang lagi vaksin PMK dari pusat.

“Jarak suntikan vaksin dosis pertama dan kedua selama sebulan,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar