Peristiwa

Peringati Hari Kartini

Relawan Perempuan di Mojokerto Pakai Jarik dan APD Lengkap

Dengan menggenakan jarik, para relawan di Mojokerto skrining pengendara di PPST Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan relawan perempuan di Mojokerto menggelar kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Yakni dengan melakukan skrining di Posko Skrining Corona Virus Disease (Covid-19) di Pusat Perkulaan Sepatu Trowulan (PPST), Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/4/2020).

Puluhan relawan perempuan dari Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dan wartawan perempuan terlibat di dalamnya. Tak hanya menjadi petugas, mereka juga mengenakan kain jarik dan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat melakukan skrining terhadap pengendara.

Jarik merupakan kain dari Indonesia yang sangat melekat pada kehidupan masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jarik merupakan sebutan untuk kain khas Jawa yang mempunyai motif batik dengan berbagai corak dengan ukuran panjang dengan cara pemakaian dililitkan layaknya rok untuk perempuan.

Sejumlah kendaraan dari arah Jombang diminta masuk ke halaman PPST. Tak hanya roda dua, namun juga roda empat. Setelah dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraannya, pengendara diminta turun untuk melakukan cuci tangan dan dicek suhu tubuh.

Jika kedapatan di atas 37 derajat celcius atau yang hendak ke Mojokerto, mereka diminta untuk melakukan pengecekan kesehatan lebih lanjut. Para pengendara juga diberikan imbauan untuk selalu cuci tangan, jaga jarak, tidak keluar rumah dan memakai masker saat keluar rumah.

Koordinator aksi, Yermiani Tyas (21) mengatakan, skrining pengendara dari luar Mojokerto di PPST tersebut digelar dalam rangka Hari Kartini sehingga petugasnya semua adalah perempuan. “Mulai dari skrining, mengarahkan dan cek kesehatan semua dilakukan oleh petugas perempuan,” ungkapnya.

Petugas melakukan skrining mulai dari menanyakan tujuan. Jika tujuan ke Mojokerto maka akan dilakukan observasi kemudian skrining kendaraan, pengendara diminta turun untuk cuci tangan dan cek suhu. Jika ditemukan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius maka dilakukan tindak lanjut dari Dinkes Kabupaten Mojokerto.

“Yang membedakan, hari ini kita ingin memperingati Hari Kartini dengan petugas semua perempuan. Mengingat perempuan juga bisa melakukan ini. Jarik ini keinginan dari kita sendiri saja, untuk mencerminkan Ibu Kartini yang biasanya pakai jarik,” katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Kartini di Posko Covid-19 PPST dalam satu hari ini petugasnya dari perempuan. Selain skrining di Posko Covid-19 PPST, petugas juga akan melakukan skrining dan edukasi ke desa-desa dengan petugas seluruhnya adalah perempuan. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar