Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Relawan Lingkungan Tanam 500 Cemara di Gunung Penanggungan

Aksi Repelika bersana Indonesia Eagle di puncak bayangan Gunung Penanggungan. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Relawan Peduli Lingkungan (Repelika) Mojokerto bersama Indonesia Eagle kembali melakukan aksi penamanan pohon di Gunung Penanggungan. Aksi tersebut selain melanjutkan kegiatan konservasi, juga dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon.

Sekitar 500 bibit pohon jenis cemara gunung dibawa dari Pos Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menuju puncak bayangan Gunung Penanggungan. Sementara para peserta yang terlibat, ada 100 relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Selain berasal dari Mojokerto sendiri, para peserta juga berasal dari luar Mojokerto. Seperti Surabaya, Lamongan, Gresik dan Pasuruan. Ratusan relawan ini berangkat ke gunung yang juga dikenal dengan nama Gunung Pawitra atau Puncak Pawitra,  sejak Sabtu (15/1/2022) malam.

Peserta begitu antusias dalam mengikuti kegiatan penanaman, kurang lebih 60 menit sebanyak 500 bibit pohon berhasil ditanam di sekitar puncak bayangan Gunung Penanggungan. Para relawan lingkungan ini sendiri telah melakukan kegiatan konservasi di Gunung Penanggungan kurang lebih lima tahun.

“Saat ini, sudah ada patusan pohon cemara gunung yang tumbuh subur di sekitar puncak bayangan Gunung Penanggungan. Tinggi pohon cemara gunung yang sudah ditanam saat ini ada yang sudah mencapai tinggi 7-10 meter. Bahkan ada beberapa yang mencapai 15 meter,” ungkap, Koordinasi Kegiatan, Nuzul Arif, Minggu (16/1/2022).

Selama lima tahun ini, lanjut Nurul, Repelika bersama Indonesia Eagle melakukan kegiatan penanaman serta perawatan bibit cemara gunung secara terus menerus. Diharapkan kegiatan tersebut bisa dilakukan sampai Gunung Penanggungan memiliki cukup pohon sebagai penopang kehidupan bagi masyarakat sekitar utamanya.

“Serta seluruh mahkluk hidup pada umumnya karena kita berharap pohon-pohon ini bisa menjadi manfaat bagi banyak orang. Karena pohon-pohon ini memiliki manfaat yang besar, selain bisa menyimpan cadangan air, juga bisa menghasilkan oksigen serta mampu menetralisir beberapa virus yang berbahaya,” katanya.

Nurul menjelaskan, selain melakukan aksi penamanan pohon yang rutin digelar Repelika, para relawan juga aktif melakukan perawatan pasca penamanan. Setiap tiga bulan sekali, para relawan kembali datang ke puncak bayangan Gunung Penanggungan untuk melakukan perawatan dan mengganti pohon yang mati.

“Pohon ini bisa menjadi shodaqoh jariyah untuk kita, karena mampu memberi manfaat yang berkesinambungan. Sehingga selain menanam, kita juga melakukan perawatan untuk memastikan pohon yang kita tanam tetap hidup,” tambah penanggung-jawab kegiatan, Uud Kuswendi.

Gunung Penanggungan adalah gunung berapi kerucut dalam kondisi istirahat yang memiliki ketinggian 1.653 mdpl (meter di atas permukaan laut). Posisinya berada di perbatasan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan dan berjarak kurang lebih 55 km sebelah selatan Kota Surabaya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar