Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Relawan Desa di Jombang Dilatih Tangani Korban Bencana

Jombang (beritajatim.com) – Sedikitnya 40 relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) tingkat desa dilatih menangani korban bencana. Mereka diberi pembekalan materi teknik evakuasi mandiri.

Acara yang digelar FPRB Jombang ini bertempat di gedung SC (Siaga Centre) Jl KH Wahid Hasyim. Pematerinya dari dari PMI (Palang Merah Indonesia). Puluhan relawan yang hadir menyimak paparan materi tersebut dengan seksama.

Forum semakin hidup ketika para peserta diminta melakukan simulasi materi yang diberikan. Salah satu peserta berperan sebagai korban, sedangkan peserta lainnya mengevakuasi menggunakan tandu. Instruktur dari PMI memberikan pengarahan sepanjang jalannya simulasi.

Dari tandu, korban kemudian digotong ke mobil ambulans yang sudah disiapkan. Demikian dilakukan secara bergantian. “Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas Fasilitator Desa (Fasdes) yang juga sebagai pengurus FPRB desa,” ujar Sekretaris FPRB Jombang Amik Purdinata.

Amik yang juga Koordinator Fasda Destana (Desa Tangguh Bencana) Kabupatèn Jombang ini mengucapkan terima kasih kepada Fasdes yang mengikuti pelatihan evakuasi mandiri tersebut dengan penuh semangat. Amik juga mengatakan bahwa sudah terbentuk 40 fasilitator Destana.

Mereka berasal dari 20 desa yang ada di Kecamatan Gudo, Ngoro, Perak, serta Bandarkedungmulyo. “Pada kegiatan Destana ini sudah 80 persen yang dilakukan selama dua bulan. Pelatihan teknik evakuasi mandiri ini agar relawan bisa memberikan pertolongan kepada masyarakat. Dengan prinsip kenali ancamannya, kurangi risiko, siapkan strateginya, siap untuk selamat,” tambah Amik.

Acara tersebut juga dihadiri William, Manajer Area Program Destana dan Kalaksa BPBD Jombang Abdul Wahab. Dia mengingatkan para relawan desa bahwa bencana berasal dari hidrometrologi dan tektonik.

“Bencana terkadang menjadi tamu tak diundang, untuk itu masyarakat harus tahu bahkan sampai tingkat keluarga. Jadi siapapun harus menguasai dan praktik, bagaimana jalur evakuasi, titik kumpul dimana, jika sudah selamat siapa yang harus dihubungi,” kata Wahab.

Wahab juga mengucapkan terima kasih kepada FPRB Jombang yang telah melatih kesiapsiagaan bencana bagi relawan desa. “Ini salah satu upaya yang kita lakukan dalam mengurangi risiko bencana,” pungkas Wahab. [suf/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati