Peristiwa

Rekontruksi, 2 Tersangka Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto Didatangkan di Lokasi

Kedua tersangka menjalani proses rekontruksi di lokasi pembunuhan dan pembuangan mayat Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Proses rekontruksi pembunuhan Ardio Wiliam Oktavianto (13), pelajar kelas 4 SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan menjadi mayat di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, digelar. Kedua tersangka menjalani 38 adegan dalam rekontruksi yang digelar di dua lokasi.

Lokasi pertama yakni halaman Mapolres Mojokerto mulai adegan 1 yakni penjemputan korban saat bermain hingga adegan ke 6 yakni perjalanan menuju lokasi ekskusi yakni di Petak 6 Hutan Kemlagi. Kedua tersangka IS (17) dan TS (19) didatangkan ke lokasi yang sudah dipenuhi masyarakat yang penasaran.

Di lokasi eksekusi dan pembuangan, tersangka menjalani adegan 7 hingga adegan ke 38 yakni kedua tersangka yang mengendarai roda dua Yamaha Jupiter meninggalkan lokasi. Aksi pembunuhan yang dilakukan pada, Kamis (29/1/2020) lalu ini, dimulai di adegan ke 19. Yakni tersangka TS memukul kepala korban.

Korban sempat berlari dan menangis sebelum akhirnya dicekik di adegan ke 21 dan kepala korban dibenturkan ke tembok jembatan. Korban yang jatuh kemudian diinjak di bagian dada dengan menggunakan lutut dilakukan tersangka TS di adegan ke 23. Di adegan ke 32, tersangka TS memasukkan kayu di bagian dubur.

Hingga akhirnya kedua tersangka mengangkat korban yang sudah menjadi mayat dan membuang ke bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400 dan ditemukan warga keesokan harinya. Selama proses rekontruksi di jalur alternatif Mojokerto-Lamongan tersebut ramai didatangi masyarakat.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka mengatakan, rekontruksi awal yakni adegan ke 1 hingga 6 dilakukan di Mapolresta Mojokerto karena pertimbangan. “Mungkin itu salah satunya (menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari keluarga korban, red),” ungkapnya, Senin (2/3/2020).

Masih kata Kasat, dalam rekontruksi tersebut tidak dipenuhi fakta baru. Semua sesuai dengan keterangan kedua tersangka dalam berita acara pemeriksaan. Korban meninggal karena dicekik, sementara terkait motif tersangka TS memasukkan bambu ke dubur korban belum diketahui.

“Keterangan dia (tersangka, red) ambil di sungai, itu yang masih belum tahu karena sebab keterangan dari tersangka seperti ini. Agar korban sakit tapi korban meninggal. Masih kita dalami, kira-kira seperti itu (motif tersangka memasukan bambu ke dubur karena bambu sudah dipotong rapi, red),” katanya.

Kasat menambahkan, rekontruksi tersebut digelar untuk membuktikan jika apa yang kedua tersangka sampaikan di berita acara pemeriksaan benar dilakukan. Selain itu, rekontruksi digelar untuk memenuhi proses penyidikan karena permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan hakim nantinya.

“Sementara sesuai dengan apa yang disampaikan di berita acara pemeriksaan. Pasal perencanaan belum bisa kami jadikan sebuah fakta, kedua tersangka kita jerat Pasal 338 jo Pasal 351 ayat 3 dan UU Khusus Perlindungan Anak,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar