Peristiwa

Reklamasi Lahan di Desa Campurejo Gresik Diduga Belum Kantongi Izin

Gresik (beritajatim.com) – Reklamasi lahan pantai di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik diduga belum mengantongi izin. Kendati belum ada izinnya, sebuah plengsengan yang dibuat untuk penahan ombak sudah dirobohkan. Hal itu dilakukan supaya kendaraan berat bisa lalu-lalang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gresik, Choirul Anam mengatakan, terkait permasalahan ini pihaknya sudah mendengar adanya reklamasi di Desa Campurejo, Panceng.

“Saya sudah menerima surat rekomendasi aktivitas itu. Tapi bukan berarti izin untuk reklamasi sudah keluar,” katanya, Kamis (27/08/2020).

Diakui Choirul, memang ada surat pemberitahuan masuk ke dinas benar. Tapi tidak berikan izin sudah dilaporkan ke Provinsi Jatim. Provinsi sudah melakukan survei.

Ia juga menambahkan, telah memanggil pemilik lahan yang diketahui bernama Rofik. Dirinya mengarahkan agar pemilik lahan mengurus izin terlebih dahulu ke Dinas Kelautan dan Perikan Provinsi Jawa Timur. Sebab, sesuai aturan reklamasi di bibir pantai 0-12 mil maka perizinannya harus ke Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur.

“Izinnya sana dulu, sudah kita arahkan agar izin pada awal tahun lalu,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik lahan, Rofiq mengaku sudah mengantongi izin dari beberapa pihak. Bahkan, dirinya mengklaim sudah ada izin dari kepala desa, Satpol PP, hingga kepala Dinas Perikanan Gresik.

“Saya sudah ke Dinas Perikanan, Satpol PP dan desa terkait dengan masalah ini,” akunya.

Ia menjelaskan, tanah tersebut adalah milik orang tuanya. Tanah tersebut dulunya adalah tambak garam lalu abrasi. Tanah yang diuruk atau reklamasi itu luasnya 6.000 meter persegi menjorok ke laut.

Sebelumnya, proses pengurukan atau reklamasi itu merupakan kerjasama antara pihak ketiga yakni Mujib dan Tohari yang merupakan pengusaha galian C asal Desa Kemantren Kecamatan Paciran, Lamongan.

Tohari dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengaku setelah melakukan pengurukan di tepi pantai Campurejo, saat ini, lahan tersebut dalam tahap pembangunan. Rencananya akan digunakan untuk kafe.

“Nanti tanahnya dibagi, itu buat kafe di pinggir pantai. Aslinya itu kurang ke utara menjorok ke laut, tapi melihat samping kanan kiri,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar