Peristiwa

Kenduren Wonosalam

Rebutan Durian, Sejumlah Pengunjung Terluka

Lapangan Wonosalam Jombang menjadi lautan manusia. Kedatangan mereka untuk mengikuti kenduri durian, Minggu (8/3/2020).

Jombang (beritajatim.com) – Lapangan Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang berubah menjadi lautan manusia, Minggu (8/3/2020). Ribuan orang hadir di lapangan tersebut untuk mengikuti kenduri durian atau kenduren. Yakni, berebuut durian secara gratis.

Namun demikian, karena banyaknya pengunjung, aksi saling dorong tidak bisa terhindarkan. Apalagi saat rebutan buah berduri tersebut dimulai. Semua ingin mendapatkan. Mereka merangsek ke depan, berdesakan, saling dorong, hingga peluh bercucuran. Tentu saja, sejumlah pengunjung tangannya terluka karena tergores kulit durian.

Adalah Danang, salah satu pengunjung kenduren yang bernasib apes. Dia berkali-kali menahan pedih karena telapak tangannya mengeluarkan darah. Danang memang ikut berdesakan saat berebut durian. Walhasil, warga asal Kecamatan Ngoro Jombang ini mendapatkan sebutir durian. “Dapat sebutir durian, tapi tangan saya seperti ini,” kata Danang memamerkan tangannya yang terluka.

Kenduren dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Namun sejak pagi pengunjung sudah mengalir ke lapangan Wonosalam. Selain dari Jombang, mereka berasal dari luar kota, semisal Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, serta Kediri. Mereka datang secara berombongan.

Begitu memasuki lapangan Wonosalam, para pengunjung disambut tumpeng raksasa yang berisi 2020 butir durian. Nah, buah-buah itulah yang diperebutkan oleh pengunjung. Gunungan durian tersebut ditata sedemikian rupa, Sebelum aksi rebutan durian dimulai, warga setempat juga melaksanakan kirab sembilan tumpeng durian. Tumpeng durian ini berasal dari sembilan desa di Kecamatan Wonosalam. Masing-masing desa menyuguhkan satu tumpeng.

Sembilan tumpeng durian itu juga menjadi sasaran pengunjung. Setelah berebut tumpeng kecil, dilanjutkan dengan berebut tumpeng raksasa berisi durian. “Acara ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat Kecamatan Wonosalam atas hasil panen durian yang melimpah,” ujar Ketua Panitia Kenduren, Wartomo.

Wartomo berharap, dengan kenduri durian ini, kawasan wisata Wonosalam bisa lebih dikenal masyarakat utamanya di luar Jombang. Dampak ke depannya, lanjut Wartomo, bisa mendongkrak ekonomi masyarakat. “Acara ini kita gelar rutin setiap tahun,” pungkasnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar