Peristiwa

Razia Masker, Ratusan Pengendara Motor di Gresik Terjaring

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan pengendara motor yang melintas di depan Kantor Pemkab Gresik. Tepatnya, di Jalan Wahidin Sudirohusodo terjaring razia tak mengenakan masker terkait dengan penegakan protokol kesehatan sesuai Perbup nomor 22 tahun 2020.

Razia gabungan yang melibatkan aparat TNI, Polri, Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. Sontak membuat para pengendara motor maupun pengemudi mobil atau lebih kaget.

Para pengendara motor serta pengemudi mobil yang terpantau tak mengenakan masker langsung digiring petugas gabungan, dan di data identitasnya. Mereka diminta menunjukkan e-KTP lalu diminta tanda tangan di atas surat pelanggaran.

Selain motor dan kendaraan roda empat, razia ini juga memfokuskan pada kendaraan bus serta mini bus yang mengangkut karyawan. Kendaraan tersebut dihentikan karena kapasitasnya tidak sesuai dengan Perbup nomor 22 tahun 2020.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik Abu Hasan mengatakan, razia ini sesuai dengan Perbup nomor 22 tahun 2020. Mereka pengguna jalan yang tak mengenakan masker dikenai sanksi denda Rp 150 ribu atau kerja sosial selama 4 jam di area umum.

“Pengguna jalan yang terjaring razia kami sita e-KTP-nya sebagai bukti mereka telah melanggar peraturan,” katanya, Rabu (15/07/2020).

Abu Hasan menjelaskan razia seperti ini nantinya tidak hanya berhenti sampai di sini. Ada kemungkinan areanya di tempat lain sebagai bentuk untuk menegakan protokol kesehatan mengingat jumlah warga yang terpapar Covid-19.

Sementara, Udin (40) salah satu warga asal Cerme, Gresik yang terjaring razia dirinya lupa mengenakan masker usai melakukan bongkar muat material bangunan.

“Saya selalu membawa masker tadi saat membongkar material bangunan lupa tidak pakai. Mau gimana tanda tangan diatas surat pelanggaran,” ungkapnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar