Peristiwa

Razia Jam Malam, Petugas di Tuban Temukan Kelompok Pemuda Pesta Miras

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah petugas tim patroli gabungan Satpol PP Tuban, Polisi dan TNI terus berupaya melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid di wilayah Kabupaten Tuban dengan menggelar razia warga yang tidak pakai masker dan juga penerapan jam malam.

Dalam razia kali ini petugas membubarkan sejumlah pemuda yang masih nongkrong di tempat-tempat umum maupun di warung kopi dengan bermain game setelah jam 9 malam. Selain itu petugas juga menemukan adanya sekelompok pemuda yang melakukan pesta miras di pinggir jalan yang kondisinya gelap pada tengah malam.

“Kita terus melakukan kegiatan patroli gabungan sebagai upaya pencegahan Covid-19 wilayah Kabupaten Tuban. Tujuan dari patroli gabungan ini adalah untuk menegakkan Perbup 65 dan juga jam malam,” terang Sugeng Sutoto, selaku Kepala Bidan (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Tuban, Senin (7/9/2020).

Razia dengan melibatkan tim patroli gabungan itu dilakukan dengan menyisir sejumlah kawasan tempat umum dan juga warung tempat nongkrong yang ada di wilayah Kota Tuban dan juga wilayah Kecamatan Semanding, Tuban. Petugas mencari pelanggan yang tidak pakai masker dan juga meminta mereka yang nongkrong untuk membubarkan diri.

“Dalam razia kali ini masih kita temukan warga yang tidak pakai masker. Kemudian yang tertangkap tangan tidak pakai masker kemudian kita tindak sesuai perbup 65,” sambung Sugeng Sutoto yang memimpin kegiatan razia itu.

Sementara itu, ketika petugas gabungan yang melakukan patroli keliling itu menyisir kawasan jalan manunggal mendapati sejumlah kelompok pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Ketika mengetahui petugas, sebagian dari pemuda itu langsung berhasil kabur dan sebagian lainnya tak berkutik setelah tertangkap.

 

Razia Jam Malam di Tuban

Petugas kepolisian dan juga Satpol PP Tuban yang tiba di lokasi tempat pemuda nongkrong itu langsung melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang tidak berhasil kabur. Dan ternyata para pemuda itu sedang melalukan pesta miras di pinggir jalan raya tersebut dan kemudian langsung dilakukan penindakan oleh petugas dengan cara dihukum push up di tempat itu.

“Saat kita datang mereka sebagian langsung ada yang kabur, dan saat diperiksa ternyata mereka habis minum minuman keras (Miras). Mereka yang tidak memakai masker langsung kita amankan identitasnya atau HPnya supaya diambil di kantor. Kemudian mereka kita suruh membubarkan diri,” pungkasnya.

Adapun untuk penerapan jam malam sendiri di Kabupaten Tuban akan berlangsung selama 15 hari yang diberlakukan sejak tanggal 31 Agustus 2020 kemarin. Pemberlakuan jam malam itu sendiri dilakukan oleh pihak Pemkab Tuban guna mencegah penyebaran Covid-19 di Tuban yang jumlahnya masih terus meningkat.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar