Peristiwa

Rawan Longsor saat Hujan, Pendakian Gunung Semeru Masih Ditutup

Malang (beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih melakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru. Penutupan ini diberlakukan sejak 22 September lalu, menyusul kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Kini musim hujan telah tiba, namun otoritas setempat masih melakukan penutupan jalur pendakian. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan sebelum memutuskan membuka kembali jalur pendakian.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, ada dampak alam dari peralihan musim. Tanah yang semula kering kemudian terkena air hujan berpotensi longsor. Selain itu, ranting pohon bekas kebakaran juga dikhawatirkan mengancam keselamatan pendaki.

“Kita belum bisa memastikan bahwa hujan pertama ini aman. Mungkin aman tetapi hujan berikutnya kita belum bisa menjamin. Apalagi selama beberapa bulan kering, lalu hujan. Maka kita perlu lihat apakah ada longsoran atau pengaruh lainnya,” ujar Syarif, Selasa (5/11/2019).

Syarif menyebut, memasuki musim hujan, potensi longsor cukup besar di gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut itu. Sebagai antisipasi, petugas kini menyisir jalur pendakian sebelum memutuskan kembali membuka jalur itu.

“Kita belum tahu kapan Semeru kembali dibuka. Kita masih kaji dengan teman-teman. Sampai sejauh mana pengaruhnya kita masih lihat, akan ada pengecekan jalur dulu dampak dari kebakaran kemarin. Sementara teman-teman ini lagi bekerja,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar