Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Rawan Longsor, Bongkahan Batu Besar di Jombang Ancam Pemukiman Warga

Petugas BPBD Jombang mengevakuasi batu besar di bukit Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng, Jumat (21/10/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengevakuasi bongkahan batu besar yang ada di lereng bukit Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jumat (21/10/2022). Batu besar tersebut rawan longsor. Sehingga mengancam pemukiman padat penduduk.

Apalagi kawasan tersebut juga pernah terjadi longsor pada 2014 silam dengan korban jiwa belasan orang. Warga trauma atas peristiwa itu. Melalui kepala desa (Kades), melaporkan ancaman tersebut ke BPBD Jombang. “Kami melakukan evakuasi batu tersebut selama dua hari. Walhasil, hari ini bisa kita evakuasi batu besar tersebut,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Syamsul Bahri.

Syamsul Bahri mengatakan, posisi batu yang dievakuasi oleh petugas BPBD dibantu warga dengan menggunakan alat berat ekskavator itu sudah menggantung di tebing. Itu setelah dudukan batu tergerus air. “Kami membawa alat berat berupa ekskavator untuk melakukan evakuasi batu. Karena keberadaan batu besar itu rawan jatuh dari tebing. Sudah begitu posisinya dekat pemukiman,” katanya.


Ia mengatakan, ada dua bongkahan batu yang posisinya menggantung dari tebing dan berpotensi jatuh menimpa rumah warga jika dihajar hujan terus menerus. “Karena penghancuran batu tidak bisa, jadi kita lakukan upaya penarikan bersama warga secara manual dan dibantu juga menggunakan ekskavator,” pungkasnya.

Kepala Desa (Kades) Ngrimbi Samsul Hadi memebenar situasi tersebut. Pihaknya meminta bantuan BPBD Jombang untuk memindahkan batu besar itu. Pasalnya, warga Desa Ngrimbi masih trauma dengan peristiwa longsor 2014 silam. “Untuk menghindari kejadian itu terulang, kami berkirim surat ke BPBD Jombang untuk mengevakuasi batu-batu yang ada di lereng bukit kopen,” kata Samsul.

Evakuasi batu besar di Dusun Kopen Desa Ngrimbi

Kades Ngrimbi menjelaskan bahwa batu yang ada di lereng bukit Kopen sangat berpotensi longsor. Lokasinya sangat miring. Hal itu bisa mengakibatkan longsor kecil hingga menimpa rumah warga. Sebab, jarak batu ke pemukiman warga sangat dekat sehingga membahayakan keselamatan warga. “Jarak rumah ke batu ini kurang lebih 200 meter. Di RT 2 ada sekitar 30 rumah, berarti ada 75 KK (kepala keluarga),” ujarnya.

Kondisi cuaca tak menentu seperti saat ini, lanjut Samsul, membuat warga semakin tak nyenyak tidur. Terlebih ada tiga batu besar di bukit Kopen. Banyak warga berdiri di depan rumah ketika hujan lebat turun. Warga mengawasi situasi di lereng apabila terjadi longsoran. “Alhamdulillah akhirnya batu besar itu bisa dipindahkan,” kata Kades Samsul. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar