Peristiwa

Rawan Banjir, BPBD Sumenep Bentuk Posko di Tiga Kecamatan

Wabup, Kapolres, dan Dandim Sumenep 'Evakuasi Korban Banjir', Selasa (7/1/2020)

Sumenep (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep membentuk tiga posko tanggap bencana alam di tiga kecamatan di wilayah setempat.

“Posko itu sebagai bagian dari kesiapsiagaan mengantisipasi potensi dan penanganan bencana alam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Rabu (15/01/2020).

Posko tanggap bencana tersebut ada di Kecamatan Batuan, Lenteng, dan Saronggi. Di setiap posko disiagakan petugas gabungan dari unsur BPBD, Polres Sumenep, Kodim 0827, dan relawan.

‘Kami memilih tiga kecamatan itu sebagai lokasi pembentukan posko, karena wilayah itu sering menjadi daerah luapan air sungai. Jadi daerah-daerah itu memang rawan banjir apabila turun hujan dengan intensitas tinggi,” papar Rahman Riadi.

Bencana alam lain yang juga diprediksi berpotensi terjadi di Sumenep pada awal musim hujan adalah angin puting beliung dan longsor.

“Posko tanggap bencana itu untuk memudahkan komunikasi sekaligus percepatan informasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain banjir, bencana alam yang juga berpotensi terjadi di Sumenep adalah angin puting beliung dan longsor. BPBD Sumenep menyatakan telah melakukan upaya mitigasi atau penyadaran kepada warga agar tanggap bencana alam.

“Mitigasi itu kami laksanakan di sembilan kecamatan yang selama ini menjadi daerah rawan bencana alam,” terang Rahman Riadi. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar