Peristiwa

Ratusan Warga PSHT Datangi Polsek Dawarblandong

Warga PSHT Ranting Dawarblandong dan Lamongan saat mendatangi Mapolsek Dawarblandong.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Dawarblandong dan Lamongan mendatangi Polsek Dawarblandong. Massa menuntut agar pelaku pemukulan terhadap salah satu warga PSHT segera diproses secara hukum.

Dengan menggunakan sepeda motor, sekira pukul 19.00 WIB massa dari warga PSHT Ranting Dawarblandong dan Lamongan mendatangi Mapolsek Dawarblandong di Jalan Mayjen Sungkono. Informasi yang didapat beritajatim.com, massa dihentikan di simpang empat Jalan Mayjen Sungkono.

Massa dihentikan pihak kepolisian sekira 50 meter dari Mapolsek Dawarblandong. Massa langsung diterima Kapolsek Dawarblandong, AKP Made Artajaya dan dilakukan mediasi langsung dilakukan pihak Polsek Dawarblandong dengan perwakilan massa PSHT.

Dalam mediasi tersebut disampaikan, warga PSHT menutut agar segera dilaksanakan proses hukum terhadap pelaku pemukulan salah satu warga PSHT, Yan Darmadi Suriestan (34). Korban merupakan warga Gangsiran Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang kos di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Warga PSHT Ranting Dawarblandong dan Lamongan saat mendatangi Mapolsek Dawarblandong

 

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi membenarkan, ada iring-iringan pemuda dari Lamongan bertujuan mencari partisipasi untuk rekannya yang menjadi korban penganiayaan di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sekira dua hari yang lalu.

“Kami dari Polresta Mojokerto bersama Polsek jajaran saling back-up, kebetulan di daerah Dawarblandong ada iring-iringan pemuda yang diketahui berangkat dari Lamongan. Tujuannya mencari partisipasi salah seorang rekannya yang menjadi korban penganiayaan,” ungkapnya, Kamis (21/1/2021).

Masih kata mantan Kapolres Sumenep, salah satu rekannya menjadi korban pemukulan di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Korban mengalami penganiayaan benda tumpul pada, Senin (18/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Kita dibantu dari jajaran Kodim 0815 dan para pengurus dari kelompok tersebut sehingga syukur alhamdulillah, sekira pukul 20.00 WIB tadi mereka datangnya, kemudian pukul 21.30 WIB selesai dan sudah dilakukan penyisiran baik dari arah utara maupun arah ke barat, tidak ada lagi kelompok atau pemuda yang dari Lamongan tadi,” katanya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar