Peristiwa

Ratusan Warga Kediri Demo Tolak Rapid Test

Kediri (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Kedak, Kecamatan Semen,  Kabupaten Kediri berunjuk rasa menolak dilakukan rapid test Covid-19. Aksi tersebut berlangsung di pintu masuk lingkungan yang dipasang portal pembatas.

Warga menolak rapid test, karena mengaku takut menjalani rapid test karena khawatir nantinya bakal dikarantina . selain itu mereka merasa dalam kondisi sehat setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing .

Mereka juga minta pembukaan portal pembatas jalan, agar aktivitas kembali normal. “Kami tidak ingin di rapid test. Semuanya dalam keadaan sehat. Kami minta agar portal ini dibuka, agar kami bisa beraktivitas kembali,” aku Abidin, salah satu warga.

Tak lama berselang Muspika Kecamatan Semen datang menemui warga. Kapolsek Semen, AKP Siswandi mengajak dialog perwakilan warga. Selanjutnya Muspika melakukan rapat koordinasi. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.

Aksi unjuk rasa berakhir setelah tuntutan pembukaan portal jalan dipenuhi . Selain itu, pemerintah hanya akan melakukan rapid test terhadap warga yang mengalami gejala sakit. “Keinginan kami dan masyarakat sebenarnya sama. Kita telah putus, rapid test tidak dilakukan terhadap seluruh warga, tetapi hanya mereka yang mengalami gejala sakit,” kata AKBP Miko Indrayana.

Sedikitnya ada 300 warga Desa Kedak yang selama ini menjalani isolasi mandiri. Mereka berdiam diri di rumah masing-masing dengan akses jalan ditutup portal, setelah ada puluhan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ada 20 an warga yang terpapar Covid-19, dari klaster penularan Pabrik Rokok Mustika Tulungagung. Penderita saat ini  menjalani dikarantina di Gedung SDN Kedak 2 Kediri. Sedangkan warga lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar