Peristiwa

Ratusan Warga Demo Tolak Karantina Corona di Rembangan Jember

Herwan Agus Darmanto (pakaian biru)

Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berunjuk rasa di kantor desa, Sabtu (28/3/2020) malam.

Mereka bergerak ke kantor desa setelah mendengar isu bakal digunakannya Hotel Rembangan menjadi tempat karatina terkait penanganan virus corona. Mereka menolak karantina di sana. “Tolak! Tolak!” Beberapa kali yel-yel terdengar.

Achmad Hamdi, salah satu warga mengatakan, warga Dusun Rayap mendengar informasi yang tak jelas sumbernya. “Katanya mau ada pasien yang mau ditaruh di Rembangan. Orang Rembangan lalu turun semuanya,” katanya.

Warga memergoki kendaraan mengangkut tempat tidur yang mirip tempat tidur untuk kepentingan medis. “Semuanya lalu dibawa ke kantor desa,” kata Hamdi.

Camat Arjasa Herwan Agus Darmanto akhirnya turun tangan memberi penjelasan kepada warga. Ia menolak menggunakan terminologi karantina, melainkan tempat penampungan.

Hotel Rembangan digunakan untuk menampung warga Jember yang baru datang dari kota-kota zona merah corona untuk diobservasi selama 14 hari. “Jangan ngomong karantina. Kesannya tidak baik. Siapa yang ngomong karantina?” kata Herwan.

“Yang sakit positif itu dirawat di RS Daerah dr. Soebandi. Yang belum positif dibawa ke sana (ke Hotel Rembangan, red). Sampeyan ingat-ingat ini,” kata Herwan. Mereka baru akan diizinkan pulang ke rumah setelah dipastikan sehat dalam waktu 14 hari itu. Dengan demikian tidak berpotensi menulari orang sekitar mereka di kampung halaman.

Herwan juga minta warga tidak menyalahkan petugas puskesmas. “Mereka ini pahlawan,” katanya.

Herwan mengingatkan kepada pegawai hotel milik Pemerintah Kabupaten Jember itu agar tak memberikan informasi yang salah. “Kalau ada pegawai hotel ngomong tidak benar, saya sendiri akan usulkan untuk diberhentikan,” katanya. Akhirnya warga membubarkan diri setelah mendengar penjelasan Herwan. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar