Peristiwa

Ratusan Warga Datangi BPN Lumajang, Tanyakan HGU PT LUIS

Lumajang (beritajatim.com) – Ratusan warga menaiki belasan truk mengatasnamankan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPLI) menggelar aksi di depan kantor Badan Pertahanan Nasional Lumajang di Jalan Panjaitan, Rabu (19/8/2020). Mereka menanyakan soal ijin Hak Guna Usaha (HGU) tanah PT. LUIS di pesisir pantai Desa Selok Awar-awar dan Selok Anyar Kecamatan Pasirian untuk tambak udang.

Massa menanyakan mengenai soal HGU PT. LUIS yang dikeluarkan BPN dikeluhkan oleh istri dan anak almarhum Salim Kancil. Pasalnya, sebagian lahan garap aktivis lingkungan hidup termakan dari rencana pembanguan tambak.

“PT.LUIS sudah melakukan pelanggaran,” kata Tosan rekan seperjuangan dari Salim Kancil saat orasi.

Menurut dia, BPN harus mencapur ijin HGU PT.LUIS lantaran merampok lahan negara dan rakyat. “Kita harus memerdekaan pesisir,” ungkapnya.

Gus Nawari Koordinator aksi mengatakan, PT. LUIS saat melakukan pengurukan tidak berkoordinasi degan masyarakat dan aktivis lingkungan. Bahkan, saat pengurukan sebagian lahan garap milik almarhum salim kancil terkena urukan tanah.

“Saya meminta BPN membatalkan HGU PT.LUIS karena lahan berada dikawasan lahan konservasi,” jelasnya.

Perwakilan massa menyampaikan aspirasi dengan pihak Badan Pertahanan Nasional Lumajang secara tertutup. Hasilnya, BPN akan melakukan kajian ulang mengenai HGU.

“Kami akan melakukan verifikasi lapangan,” ungkap Slamet Suraji, Selaku kasi hubungan hukum pertanahan.

Massa kemudian membubarkan diri usai menyampaikan aspirasinnya dengan kawalan aparat kepolisian resor Lumajang. [har/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar